Empat Cabang Unggulan Jadi Bahan Kajian

disabilitas-olahraga1
IDENTIFIKASI: Sejumlah petugas melakukan identifikasi dan klasifikasi disabilitas atlet cabang renang jelang Kejurprov NPCI Jateng di Cilacap, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Pelatihan Klasifikasi Disabilitas Olahraga

SOLO – Empat cabang unggulan menjadi bahan kajian dalam pelatihan klasifikasi disabilitas olahraga tingkat Jateng yang diselenggarakan di Hotel Syariah Lorin Solo, Kamis-Sabtu (26-28/9). Ke empat cabang tersebut adalah atletik, renang, bulu tangkis dan tenis meja.

‘’Empat cabang itu menjadi sampel, karena cukup populer dan merupakan unggulan di kalangan olahraga disabilitas,’’ kata Sekretaris National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng, Priyano di sekretariat kompleks Stadion Manahan Solo, Selasa (24/9).

Sejumlah nara sumber berpengalaman yang telah berkecimpung pada urusan klasifikasi disabilitas menjadi pemateri dalam kegiatan yang diselenggarakan NPCI Jateng bekerja sama dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng itu.

Mereka antara lain dokter Retno Setianing, Kabid Pelayanan Medis RS Ortopedi Pro Dr R Soeharso Surakarta yang bakal menyampaikan kajian mengenai parameter dan klasifikasi disabilitas secara umum. Selanjutnya pelatih pelatnas atletik NPCI Pusat Slamet Widodo, yang memaparkan materi identifikasi dan klasifikasi disabilitas pada cabang olahraga tertua di dunia itu.

Seratus Peserta

Lalu, identifikasi dan klasifikasi cabang renang disampaikan pelatih pelatnas renang NPCI, Dinda Ayu Sekartaji. Dekan Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta Sapta Kunta Purnama dipercaya memaparkan dan mengulas disabilitas atlet untuk cabang bulu tangkis, serta tenis meja oleh pelatih pelatnas NPCI Tri Bhaskara Ajie.

‘’Para nara sumber tersebut juga sudah bertahun-tahun turut berkecimpung dan mengembangkan olahraga disabilitas di Indonesia,’’ ujar Priyano.

Sekitar seratus personel bidang klasifikasi dari NPCI kota/kabupaten se-Jateng, serta koordinator cabang-cabang olahraga disabilitas direncanakan mengikuti pelatihan tersebut. Menurut Ketua Umum NPCI Jateng Osrita Muslim, para peserta diharapkan dapat menyerap pengetahuan lebih mendalam mengenai klasifikasi disabilitas pada pelatihan tersebut.‘’Harapan besarnya, mereka dapat mulai awal mengetahui klasifikasi disabilitas bibit-bibit atlet di daerahnya masing-masing, sehingga turut berperan dalam pengembangan potensi atlet,’’ tandasnya.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini