Uji Tangguh, Pencak Silat Duel ke Yogyakarta

silat-solo
BANTINGAN: Pesilat pelatnas asal Klaten Khoirudin Mustakim melakukan teknik bantingan saat berlatih bersama tim pelatda Jateng di kawasan Gajahan, Colomadu, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Tim Pelatnas dan Pelatda yang TC di Solo

SOLO – Para atlet pencak silat pelatnas SEA Games 2019 dan pelatda Pra-PON Jateng yang selama ini menjalani training camp (TC) di Solo, bakal melawat ke Yogyakarta. Rencananya, mereka saling beruji tangguh dalam pertandingan uji coba bersama tim pelatda DI Yogyakarta dan Jabar di Kota Gudeg, Jumat-Sabtu (27-28/9) mendatang.

‘’Laga uji coba bersama empat tim itu untuk saling mengetahui kelemahan dan kelebihan diri, karena tim-tim peserta punya kebutuhan yang sama sebelum bertanding resmi di arenanya masing-masing,’’ kata pelatih pelatnas yang juga pelatih pelatda pencak silat Jateng, Indro Catur Haryono, Selasa (24/9).

Tim pelatnas yang sejak Mei silam bermarkas di Solo, diperkuat sejumlah atlet asal eks-Karesidenan Surakarta. Di antara pesilat kategori tanding itu adalah Khoirudin Mustakim dari Klaten yang diplot bertarung di kelas B putra, dan Nadia Haq Umami Nur Cahyani dari Solo (kelas B putri). Keduanya juga masuk dalam daftar pelatda Jateng, bersama tujuh pesilat Solo Raya lainnya.

Asah Mental

Sementara itu para pesilat lain tim pelatda Jateng dari wilayah eks Karesidenan Surakarta adalah Sapto Purnomo (tanding kelas F putra/Solo), Bagaskoro Sulistyo Wibowo (kelas J putra/Boyolali), Dewangga Agna Musthofa (kelas D putra/Solo), Zidni Rahma Amaly (seni tunggal putri/Solo), serta trio Ardam Syaifudin, Bayu Triono dan Muhammad Abdul Rozzak (seni beregu putra/Solo).

Selain Indro Catur yang berasal dari Solo, sejumlah pelatih asal Kota Bengawan juga turut memoles awak tim pelatda Jateng itu. Mereka yakni Haris Nugroho, Tuti Winarni, serta Slamet Haryo Mulyanto (Klaten). Pelatih lainnya Dian Kristanto (Semarang) dan Lutfan Budi (Banjarnegara).

‘’Para pesilat Jateng itu terus ditempa sebelum bertanding pada Pra-PON di Jakarta, 12-17 November mendatang. Karena cukup lama tidak berkumpul, maka kekompakan dan mental bertanding mereka harus diasah lagi,’’ ujar Catur.

Selain menguji kemampuan diri, pertarungan di arena latih tanding tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi yang bisa digunakan jajaran pelatih untuk membenahi kekurangan para atletnya.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini