Kejutan di Forum untuk Fadilah Umar

figur-fadilahumar
Dosen Fakultas Keolahragaan UNS Surakarta, Fadilah Umar. (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

KEJUTAN dialami Fadilah Umar pada Pelatihan Klasifikasi Disabilitas Olaharaga di Syariah Hotel Solo, Jumat (27/9). Dosen Fakultas Keolahragaan UNS Surakarta yang didapuk sebagai moderator itu baru saja menutup forum, namun panitia tidak memperbolehkannya turun dari mimbar.

Berbarengan permintaan itu, sebuah kue tar kecil dikeluarkan dibarengi iringan lagu Selamat Ulang Tahun yang dipopulerkan Jamrud. Ketua Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng, Osrita Muslim pun bergerak ke depan untuk menyerahkan kue tar tersebut kepada Umar.

‘’Sebagai personel yang telah memberikan banyak sumbangan untuk pengembangan NPCI, seluruh peserta dalam forum ini turut berbahagia dan mengucapkan selamat ulang tahun pada Pak Umar,’’ kata Osrita disambut tepuk tangan dan nyanyian peserta.

Umar yang juga merupakan Ketua Bidang Iptek Keolahragaan pada NPCI Jateng yang sempat terkejut pun akhirnya tersenyum-senyum. Seusai meniup lilin, dia menyampaikan terima kasih atas atensi badan otorita olahraga disabilitas Jateng itu.

‘’Hari ini memang usia saya ke 47. Tapi saya tidak menduga dapat kejutan di forum,’’ tutur suami Endang Antarini tersebut.

Inapgoc

Ternyata doktor Pendidikan Olahraga alumnus Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta tersebut, tak hanya kali itu mendapat kejutan ucapan selamat ulang tahun. Bapak tiga anak itu juga mengalami hal serupa saat persiapan Asian Para Games di Jakarta, September 2018.

Waktu itu dia sedang rapat persiapan akhir panitia pelaksana, Inapgoc.

‘’Tiba-tiba lampu mati, semua bingung. Lalu muncul lilin di tengah kegelapan. Setelah dinyalakan, ternyata lilin dan kue tar untuk ulang tahun saya. Yah, alhamdulillah, dirayakan banyak teman,’’ ungkap pria kelahiran Boyolali, 27 September 1972 itu.

Di jajaran NPCI, Umar juga cukup lama bergelut dengan kalangan olahraga disabilitas. Dia telah berkecimpung dalam kepelatihan boccia, sepak bola celebral palsy (CP) dan terakhir menangani paracycling atau balap sepeda bagi para atlet difabel.

Warga Menjing RT 1 RW 8 Donohudan, Ngemplak, Boyolali itu pun intens mengawal latihan para atlet balap sepedanya dalam latihan di jalan raya maupun di velodrome Manahan.

‘’Karena saya sekarang di paracycling, maka konsentrasi saya bagaimana meningkatkan kemampuan fisik dan teknik para pembalap untuk memburu medali emas pada ASEAN Para Games Filipina 2019 mendatang,’’ tegasnya.(Setyo Wiyono)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini