Panjat Tebing Solo Pacu Bibit Usia Dini

BERLATIH: Sejumlah anak berlatih memanjat pada papan boulder sederhana di kompleks Stadion Manahan Solo, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Rangkaian Proses Regenerasi Atlet

SOLO,suaramerdekasolo.com – Kalangan panjat tebing Solo terus memacu munculnya bibit-bibit usia dini. Latihan bagi para pemanjat usia muda tersebut dilakukan sebagai rangkaian proses regenerasi atlet masa depan tim Kota Bengawan.

“Kami memang harus memulai dari sekarang, agar tidak ketinggalan dengan daerah-daerah lain. Proses regenerasi lebih dini diharapkan dapat mematangkan calon-calon atlet yang akan memburu prestasi ke depan,’’ kata Ketua Umum Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Surakarta, Her Suprabu, Senin (30/9).

Sebagai bagian awal proses tersebut, dibuka kelas latihan bagi anak-anak. Mereka yang rata-rata kalangan pemula usia sekolah dasar dibiasakan melakukan pemanjatan di papan boulder yang berada di belakang papan panjat utama.

“Mereka diasah asah dulu mentalnya untuk tidak takut ketinggian. Kemasan semacam fun climbing dulu, agar mereka menyukai panjat, sambil membiasakan latihan kekuatan ototnya. Memang harus secara bertahap,’’ tambah Teddy Purwadi Saba, pengurus lain yang biasa mendampingi latihan anak-anak di arena papan panjat tersebut.

Tiga Kali Sepekan

Setelah otot-ototnya terbiasa, selanjutnya mereka juga diberi materi tentang kesimbangan tubuh saat pemanjatan. Dia menambahkan, latihan rutin bagi para pemula dijadwalkan berlangsung tiga kali sepekan. Yakni setiap Selasa, Kamis dan Sabtu sore.

“Peserta pemula saat ini mulai anak-anak kelas satu SD hingga SMP. Kalau mereka sudah mulai bisa merasakan kemampuan, keseimbangan dan tumpuan tubuh di boulder sederhana itu dengan baik, selanjutnya kami kenalkan dengan papan panjat utama yang biasa untuk latihan lead,’’ tambah Teddy.

Sejumlah atlet muda yang lebih dulu belajar memanjat, kini terus mengasah kemampuan di jalur lead dan speed di papan-papan utama. Mereka adalah para pelajar SMP dan SMA yang berlatih sejak sekitar dua tahun lalu. Sementara sejumlah pemanjat senior Kota Bengawan, saat ini tersebar di beberapa tempat latihan.

Dua atlet yakni Marsudin dan Sutrisno membela tim panjat tebing Jateng dalam Pra-PON yang diselenggarakan di Surabaya, sejak akhir pekan lalu. Beberapa bulan sebelumnya, mereka menjalani pelatda di Semarang bersama pelatih Solo, Guntur Joko Purwanto. Sementara seorang lainnya, Alfian M Fajri, sejak akhir tahun lalu menghuni pelatnas dengan proyeksi Olimpiade Tokyo 2020.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini