Atlet Paracycling akan Jalani Tes Kekuatan Dengan Ergo Statis

tim-pelatnas-paracycling
MEMACU SEPEDA: Atlet paracycling asal Karanganyar, Wagiyo (kiri), serta sejumlah pembalap pelatnas lainnya memacu sepedanya dalam latihan di velodrome Manahan Solo, Selasa (1/10). (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Para atlet pelatnas paracycling yang tengah mengikuti training camp (TC) di Solo dijadwalkan menjalani tes kekuatan, Rabu dan Jumat (2 dan 4/10). Sepuluh pembalap difabel itu, tiga di antara asal Solo Raya, bakal dites menggunakan ergo statis di kompleks penginapan mereka.

‘’Kami menggunakan ergo statis, dengan materi tes kekuatan secara interval. Tes tersebut guna mengetahui power profile atau profil kekuatan masing-masing,’’ kata koordinator tim pelatnas paracycling National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Fadilah Umar, Selasa (1/10).

Sebagian pembalap difabel tersebut sudah punya pengalaman mengikuti Asian Para Games di Jakarta 2018 lalu. Mereka antara lain Tryagus Arief Rachman dan M Habib Shaleh di kelas disabilitas MC-2, Saiful Anwar (MC-3), Muhammad Fadli Imammuddin (MC-4), serta Marthin Losu dan Sufyan Saori (MC-5).

Atlet-atlet asal Solo Raya merupakan debutan, yakni Wagiyo asal Karanganyar (MC-4), Slamet Kardiman (Sragen/MC-2) dan Iwan Susanto (Boyolali/MC-4).  Seorang debutan lain, Mian Sirait (MC-5).

Progres Bagus

Menurut Umar yang juga dosen Fakultas Keolahragaan UNS Surakarta, para pembalap tersebut menunjukkan progres yang bagus sejak masuk pelatnas pada 1 Mei lalu. ‘’Peningkatan yang bagus terlihat terutama pada atlet-atlet debutan, termasuk yang berasal dari Solo Raya,’’ jelasnya.

Kendati demikian, jajaran pelatih tidak bisa mengambil progres rata-rata, karena beberapa atlet lama masing berusaha mengimbangi para pembalap baru, terutama dalam latihan jalan raya. ‘’Karena itu, guna mengetahui kekuatan individual yang sebenarnya, kami akan lakukan tes power profile masing-masing. Hal tersebut guna membenahi kekurangan dari para atlet secara orang per orang,’’ jelasnya.

Pembalap Karanganyar, Wagiyo mengaku merasakan peningkatan performa sangat signifikan selama menghuni pelatnas. Atlet yang semula berkecimpung di cabang atletik tersebut juga merasa semakin mendapatkan keterpaduan gerak dalam latihan paracycling.‘’Tak ada rasa sakit terutama pada bagian kaki, seperti yang akhir-akhir tahun lalu saya alami di atletik. Bahkan saya merasakan kian nyaman dan mendapat peningkatan bagus selama ditempa di paracycling,’’ ujar atlet yang bermukim di kawasan Tasikmadi itu.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini