Pembalap Putri Boyolali Geser ke Triathlon

paracycling
LATIHAN: Pembalap Ratifah Arpiyanti (depan) dan Mistiyah (tengah) memacu sepedanya dalam latihan di jalan raya Kartasura-Klaten, beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Persiapan Hadapi APG Filipina 2019

SOLO,suaramerdekasolo.com – Atlet putri pelatnas paracycling dari Boyolali, Ratifah Apriyanti, bergeser ke cabang olahraga triathlon guna menghadapi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2019. Pembalap tersebut terpaksa pindah haluan karena pesta olahraga difabel se-Asia Tenggara yang akan digelar pada Januari 2020 itu, tidak membuka lomba balap sepeda untuk kelompok putri.

‘’Ada dua pembalap putri yang geser ke triathlon, yakni Ratifah dan Mistiyah (dari Purworejo). Selain balap sepeda, keduanya juga bisa renang dan lari,’’ kata koordinator tim pelatnas paracycling National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Fadilah Umar, Rabu (2/10).

Kedua atlet tersebut sebenarnya juga bukan awak lama di arena balap sepeda difabel. Sebelumnya, Ratifah atau sering dipanggil Ipeh, merupakan awak pelatnas voli duduk. Tapi pada APG Filipina mendatang, lagi-lagi cabang voli duduk putri tidak digelar karena jumlah pesertanya tidak mencukupi. Atas motivasinya yang tinggi, dia kemudian mengikuti seleksi nasional paracycling dan terjaring masuk pelatnas.

Progres Bagus

Kendati belum lama ditempa di cabang adu kebut, namun Ipeh telah menunjukkan progres yang bagus. Dia merebut sekeping medali emas dan satu perak kelas WC-4 pada kejuaraan Malaysia International Paracycling Road, ITT and Track yang diselenggarakan di kawasan Putra Jawa, 20-23 Agustus lalu.

‘’Saya siap saja di triathlon, meski persiapan dan persaingan lebih berat. Sebab selain bersaing balap sepeda, cabang itu kan berlanjut dengan renang dan lari,’’ tutur Ratifah.

Koordinator tim pelatnas triathlon, Joko Sulistyo membenarkan, awak timnya bertambah dua atlet putri, Ratifah dan Mistiyah. Menurut dia, keduanya akan digembleng bersama tiga atlet putra lain yang lebih dulu menjalani latihan di cabang tersebut. Tiga atlet putra itu adalah Achmad Zein dari Salatiga yang masuk klasifikasi disabilitas PTS4, Muchlis Londong (Makassar/PTS3) dan Salimin (klasifikasi PTWC1).

‘’Cabang olahraga ini, baru bagi kami. Maka fokus kami pada persiapan para atlet. Pekan lalu, anak-anak turun pada kejuaraan triathlon umum di Jepara. Memang susah dipakai ukuran, tapi paling tidak mereka merasakan nuansa kompetisinya,’’ jelas Joko.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini