Tempa Pemanjat di Jalur Lead dan Speed

pemanjat-pelajar-solo
JALUR SPEED: Seorang pemanjat pelajar Solo, Fathah Adi Arrazaq mengasah kemampuan di jalur speed dalam latihan di kompleks Stadion Manahan, pekan lalu. (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Solo Bersiap Hadapi Kejurda Pelajar

SOLO,suaramerdekasolo.com – Para pemanjat muda Kota Bengawan ditempa mengasah diri pada jalur lead dan speed di papan panjat kompleks Stadion Manahan Solo. Mereka disiapkan untuk bersaing pada kejurda pelajar panjat tebing Jateng yang rencananya diselenggarakan di Semarang, pertengahan Oktober mendatang.

‘’Kompetisi antarpelajar nanti informasinya hanya menggelar nomor lead dan speed. Nomor boulder tidak dilombakan. Maka untuk sementara anak-anak lebih kami konsentrasikan menggeluti dua kategori tersebut,’’ kata salah seorang pengurus Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Solo,Teddy Purwadi Saba, Minggu (6/10).

Sekurang-kurangnya tujuh pemanjat yang biasa berlatih di kompleks Manahan, bakal turut bersaing di Semarang nanti. Mereka antara lain Merry Arisyah Saputri (SMK Wijaya Kusuma Surakarta), Arfian Tegar Saputra (SMPN 25 Surakarta), Fathah Adi Arrazaq (SMPN 17 Surakarta), Obin Sandryan Ardana (SMPN 25 Surakarta).

SMP dan SMA

Lalu, Abimanyu Aziz Putra Wientama (SMP Al Abidin Surakarta), Muhammad Fadil (SMPN 25 Surakarta), serta Nanda Devi Saba (SMPN 1 Kartasura). Seorang lainnya, Nandito Sumenang Saba terpaksa ditinggal, karena kelompok pelajar yang digelar pada kejuaraan tersebut, khusus untuk tingkat SMP dan SMA. Padahal Nandito masih duduk di kelas enam SDN Kleco 1 Surakarta.

‘’Ya, saya tidak bisa ikut karena tidak ada kelompok peserta untuk SD. Tidak apa-apa. Saya akan terus berlatih untuk membuat performa semakin baik,’’ kata Dito, sapaan akrabnya.

Teddy mengungkapkn, informasi semula, kejurda pelajar tersebut akan digelar pada 17 September lalu. Kebetulan dua hari sebelumnya, para atlet pelajar Kota Bengawan itu mengikuti sirkuit panjat tebing (SPT) Solo Raya yang digelar Mapala Arcapada Unisri bekerja sama dengan FPTI Surakarta. Kategori pemanjatan yang digelar pun sama, yakni speed dan lead.

‘’Kalkulasi kami semula, setelah ikut SPT, sebutlah sebagai pemanasan, anak-anak lalu berlomba pada kejurda pelajar Jateng. Ternyata skedulnya ditunda menjadi Oktober, sehingga perhitungan kami meleset,’’ ujar pengurus yang biasa mendampingi atlet-atlet muda berlatih itu.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini