18 Atlet NPCI Buru Medali ke Australia

presiden-npci
MOTIVASI: Presiden National Paralympic Committee Indonesia Senny Marbun (tengah) memberikan motivasi kepada awak kontingen Merah-Putih yang akan berangkat ke Australia, di Solo, Selasa (8/10).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*INAS Global Games 2019

SOLO,suaramerdekasolo.com – Delapan belas atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) memburu medali ke Australia. Mereka bakal bertarung pada kejuaraan dunia tuna grahita Delapan belas atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) memburu medali ke Australia. Mereka bakal bertarung pada kejuaraan dunia tuna grahita INAS Global Games 2019 yang digelar di Kota Brisbane, Minggu-Jumat (13-18/10) mendatang.

‘’Baru kali ini, kami mengirimkan atlet ke INAS Global Games. Maka saya minta seluruh atlet bermain mati-matian demi meraih hasil terbaik. Sebab bisa menambah poin demi menuju Paralympic Games Tokyo 2020,’’ kata Presiden NPCI Senny Marbun di Solo, Selasa (8/10).

Para atlet yang berangkat merupakan awak pelatnas NPCI yang menjalani training camp (TC) di Kota Bengawan sejak 1 Mei silam. Delapan atlet bakal bersaing di arena atletik, enam atlet berlomba di cabang renang dan empat lainnya bertarung di arena tenis meja.

Wakil Sekjen NPCI Rima Ferdianto menambahkan, sebenarnya ada sembilan cabang yang digelar. Namun hanya atletik, renang dan tenis meja yang diikuti atlet-atlet Indonesia, karena mereka telah memenuhi minimun qualification score (MQS).

Try Out

Sehingga jika hasilnya bagus dapat mendukung langkah menuju Paralympic 2020. Tapi kalau hasil para atlet kurang bagus, kejuaraan dunia di Brisbane itu bermanfaat untuk try out sebelum bertarung pada ASEAN Para Games (APG) Filipina 2019.

Kendati demikian, pihaknya belum bisa mematok target. Sebab para atlet NPCI harus menghadapi atlet-atlet top dunia. Kemungkinan memburu medali, menurut dia sedikit terbuka untuk atletik dan renang.

‘’Renang punya kans, tetapi fokusnya lebih pada memburu poin. Sebab dari enam perenang yang dikirim, baru Syuci Indriani yang lolos menuju Paralympic Tokyo 2020,’’ ungkap Rima.

Syuci juga mengaku buta terhadap persaingan di kelasnya, S14. ‘’Persiapan saya selain berlatih, ya makan dan tidur teratur, serta berdoa. Lawan terberat adalah diri saya sendiri,’’ tutur Syuci.Senny Marbun menambahkan, para waktu yang sama, tiga atlet NPCI juga bertarung pada kejuaraan menembak ‘’World Shooting Para Sport di Sydney, Australia. ‘’Kami kirim tiga atlet yang menembus MQS, yakni Bolo Triyanto, Ridwan dan Hanik Pujiastuti. Mudah-mudahan mereka lolos ke Paralympic Tokyo,’’ tandasnya.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun  

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini