Tim Putri Waspadai Grobogan dan Sragen

kejurptov-voli-banyumas
ASAH DIRI: Para awak tim voli yunior putri Solo mengasah diri dalam latihan di Gelanggang Pemuda Bung Karno, Kamis (10/10). Mereka bersiap menghadapi Kejurprov Yunior di Banyumas, pekan depan. (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Jelang Kejurprov Yunior Voli Jateng

SOLO,suaramerdekasolo.com – Tim putri Solo mewaspadai Grobogan dan Sragen pada Kejurprov Yunior Bola Voli Jateng yang akan digelar di Banyumas, Senin-Kamis (14-17/10). Kendati demikian, skuad besutan pelatih Marwoto tersebut tidak meremehkan kekutan rival-rival lainnya dalam pertarungan yang akan dihadapinya di GOR Satria Purwokerto itu.

‘’Pada final Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) SMA beberapa waktu lalu, tim Grobogan menjadi rival kami. Maka patut diperhitungkan. Demikian pula tim Sragen yang materi pemainnya bagus,’’ kata dia, usai memimpin latihan timnya di Gelanggang Pemuda Bung Karno kompleks Stadion Manahan, Kamis (10/10).

Salma Ayu Azizah dkk ditempa agar lebih optimal dalam latihan rutin. Tak hanya lebih memperketat pertahanan, baik dalam melakukan blok maupun penyelamatan bola di sektor belakang. Namun juga dalam melakukan recieved atau penerimaan bola pertama. Sebab, bola hasil recieved sangat penting untuk menyuplai pemain lain dalam melancarkan serangan balik ke lawan.

Baca : Tempa Pemanjat di Jalur Lead dan Speed

Tarkam

Di sisi lain, serangan yang dibangun Sonia Dima Ferdiana cs juga diasah agar lebih tajam. Quicker Sri Wahyuni dan Prisa Ratna Andriyani pun diarahkan agar lebih variatif melakukan serangan-serangan yang mematikan.

‘’Pada sesi-sesi terakhir latihan ini, team work anak-anak juga terus berusaha kami tingkatkan. Hal itu penting guna meminimalisasi kemungkinan tidak terjadi salah paham antarpemain kami sendiri,’’ tambah Marwoto.

Di samping mematangkan latihan, para pemain yang sebagian besar masih duduk di bangku SMA tersebut diperkuat mental bertandingnya. Mereka diikutkan dalam turnamen antarkampung yang di Pedan, Klaten, yang baru saja berakhir.

‘’Anak-anak terhenti di babak semifinal, setelah kalah dari tim Sragen. Meski demikian, turnamen itu menjadi tambahan jam terbang karena mereka berada dalam situasi pertandingan,’’ jelas sang pelatih.

Berbagai latihan dan keikutsertaan dalam tarkam sebagai bagian dari try out tersebut, diharapkan mendongkrak performa tim Kota Bengawan. Dua belas pemain dalam tim itu dijadwalkan berangkat menuju Banyumas, Minggu (13/10).(Setyo Wiyono)

Baca : Fokus Latihan, Belum Tetapkan Lagi Uji Coba

Editor : Budi Sarmun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini