Panahan Bandulan Yaqowiyu Jatinom, Pemanah Putra Yogyakarta Berjaya

panahan-bandulan-yaqowiyyu
PANAHAN BANDULAN : Ratusan peserta membidik sasaran pada Kejuaraan Panahan Tradisional Yaqowiyyu di Jatinom, MInggu (13/10).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Tiga pemanah putra dari DIY berhasil menyapu bersih tiga juara di Kejuaraan Panahan Gaya Mataraman (bandulan) dalam rangka memeriahkan tradisi Yaqowiyyu di Lapangan Desa Krajan, Kecamatan Jatinom, Klaten tepatnya di depan SMAN 1 Jatinom, Minggu (13/10).

Kejuaraan rutin memperebutkan Sismadi Cup ke-19 yang dibuka Camat Jatinom Anang Widiatmoko dan Haji Nasir mewakili Keluarga dr Sismadi itu diikuti 352 peserta, terdiri atas 309 putra dan 43 putri.

Peserta datang tak hanya dari Klaten, tapi dari luar Klaten bahkan luar provinsi seperti dari Surabaya, Tangerang, Banten dan Bali.
Semua peserta harus mengenakan busana kejawen dan menembak dalam posisi duduk bersila, khas gaya Mataraman.

Mereka membidik bandulan dari jarak 30 meter dalam 20 rambahan, masing-masing rambahan 4 anak panah. Tingkat kesulitannya sangat tinggi karena target bidikan sangat kecil.

‘’Kejuaraan Panahan Sismadi Cup ke-19 tahun ini diikuti 352 peserta, yang terjauh datang dari Bali. Kejuaraan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB sampai 15.15 WIB. Peserta harus membidik bandulan, yang anak panahnya mengenai bagian kepala mendapat nilai lebih banyak,’’ kata salah satu panitia Sugiyanto.

Hadiah Kulkas

Acara disponsori keluarga dr Sismadi, yakni warga Jatinom yang punya kepedulian pada kelestarian panahan bandulan. Pada kejuaraan kali ini, panitia menyediakan hadiah kulkas bagi peserta yang bisa meraih limit 16 dan sebuah sepeda motor bagi yang meraih nilai 18.

“Sayangnya, tidak ada peserta yang berhasil melampui limit. Sehingga hadiah khusus berupa kulkas dan sepeda motor tidak bisa dibawa pulang. Nilai tertinggi hanya 14 saja. Namun, pertandingan berlangsung seru dan penuh semangat meski cuaca sangat panas,’’ ujar Sugiyanto.

Juara 1di bagian putra direbut Hartono dari DIY dengan nilai 14, juara 2 jatuh ke tangan Bayu dari DIY dengan nilai 12 dan juara 3 diraih Sudiro dari DIY dengan nilai 12. Meski nikai sama, Bayu lebih banyak menyarangkan panah di bagian kepala.

Sedangkan di bagian putri, Juara 1 dimenangkan Sofia dari Solo dengan nilai 12, juara 2 diraih Sugiarti dari Wonogiri dengan nilai 11 dan juara 3 diraih Dina Frida dari Solo dengan nilai 11 dengan ebih sedikit menyarangkan anak panah di kepala.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun