Sertifikasi Pelatih Koni Klaten, Pelatih Harus Mampu Susun Program Terukur

sertifikat-pelatih
SERAHKAN SERTIFIKAT : Ketua Umum KONI Klaten Parwanto menyerahkan sertifikat pada peserta training of trainer di Kantor KONI, Minggu (13/10).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdeksolo.com– Pelatih diharapkan mampu menyusun program latihan secara terukur, terkonsep dan sesuai dengan kebutuhan cabang olahraga yang dilatih. Hal itu juga harus disesuaikan dengan agenda kejuaraan dan disesuaikan dengan kebutuhan atlet.

‘’Pelatih harus mempunyai program latihan yang jelas dan terukur, agar bisa membina atlet berprestasi maksimal. Peran akademisi adalah membantu pelatih menyusun program sesuai kebutuhan cabang olahraga yang diasuhnya,’’ kata Ketua Bidang Diklat KONI Klaten Nurudin Priya Budi Santoso.

Hal itu diungkapkan usai penutupan Training of Trainer (ToT) oleh Ketua KONI Klaten Parwanto, MInggu (13/10). Kegiatan yang diselenggarakan KONI itu diikuti 30 pelatih dari berbagai cabang olahraga, selama tiga hari. Namun, tidak semua peserta ToT berhasil lulus dan mengantongi sertifikat.

Program ToT kali ini, diawali dengan pre test dan diakhiri dengan post test untuk mengetahui perkembangan selama pelatihan. Pelatih juga diajarkan menyusun program latihan yang terukur, juga berdiskusi tentang penyusunan program yang baik sesuai standar.

‘’Pelatihan ini baru pertama kali diselenggarakan oleh KONI Klaten. Diharapkan, ke depan akan ada lagi pelatihan lanjutan agar kompetensi pelatih semakin meningkat. Diharapkan, pelatih-pelatih akan bisa mengantarkan atlet meraih prestasi pada Porprov 2022,’’ tegas Parwanto.

Visi Misi KONI

Penutupan ditandai dengan pelepasan tanda peserta dan penyerahan sertifikat secara simbolis oleh Ketua KONI. Dia berpesan agar ilmu yang didapat selama pelatihan bisa diterapkan agar program latihan semakin terarah dan hasilnya optimal.

‘’Visi Misi KONI periode ini adalah kembali masuk 10 besar pada Porprov 2022, jadi pelatihan bagi pelatih ini merupakan bagian dari upaya KONI meningkatkan prestasi olahraga. Ke depan, akan kembali digelar pelatihan lanjutan, agar kapasitas pelatih semakin meningkat,’’ tegas Parwanto.

sertifikat-pelatih-koni-klaten
DISKUSI : Para peserta Training of Trainer berdiskusi menyusun program latihan di gedung Saroga KONI, Minggu (13/10). (suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

Menjelang penutupan ToT, salah satu panitia Tonang Juniarta melaporkan hasil jajak pendapat peserta tentang pelaksanaan kegiatan selama tiga hari. Secara keseluruhan, peserta merasa mendapatkan manfaat dari pelatihan dan menilai pelaksanaan kegiatan berjalan baik. Meski diakui masih ada sedikit keluhan pada fasilitas asrama.

‘’Banyak masukan dari peserta yang bisa dijadikan bahan evaluasi kegiatan mendatang. Namun sebagian besar peserta mengapresiasi pelaksanaan ToT dan dinilai mendatangkan manfaat. Semoga, seperti ini menjadi agenda rutin KONI dalam peningkatakan kapasitas pelatih,’’ tegas dia.

Salah satu peserta dari cabang olahraga karate, Pranoto mewakili peserta menyatakan mendapatkan manfaat dari pelatihan tersebut. Dengan materi-materi yang diberikan dari kalangan akademisi dan praktisi olahraga, peserta bisa menerapkannya dalam penyusun program latihan. (Merawati Sunantri)