Intensifkan Simulasi Guna Matangkan Performa, TC Tim Pencak Silat Pra-PON di Solo

pesilat-pra-pon-jateng
JATUHKAN LAWAN: Pesilat Pra-PON Jateng asal Solo, Sapto Purnomo (kanan) menjatuhkan lawannya pada laga uji coba di kampus Fakultas Keolahragaan UNS Surakarta, Sabtu (12/10).

SOLO,suaramerdekasolo.comTim pencak silat Jateng yang diproyeksikan menghadapi Pra-PON bakal mengintensifkan simulasi pertandingan dalam training camp (TC) di Solo. Simulasi-simulasi pertarungan tersebut guna mematangkan performa para pesilat, sebelum mereka duel dalam perburuan tiket PON di Jakarta, 12-17 November mendatang.

‘’Sisa waktu tinggal sebulan, sehingga sangat riskan jika para atlet melakukan try out atau try in lagi. Maka kami akan mematangkan performa atlet dengan pematangan teknik dan strategi bertanding melalui simulasi-simulasi,’’  kata pelatih tim pencak silat Pra-PON Jateng, Indor Catur Haryanto, Selasa (15/10).

Baca : 309 Peserta Ikuti Andromeda Cup Klaten

Dua puluh satu pesilat dalam  tim pelatda itu telah menjalani dua kali pertandingan uji coba. Kali pertama, mereka bertarung menghadapi tim pelatnas proyeksi SEA Games Filipina 2019 di Yogyakarta, 29 September lalu. Di arena yang sama, mereka juga berlatih tanding versus tim Pra-PON Jabar. Selanjutnya, tim Jateng yang juga dipoles pelatih Lutfan Budi Santoso itu menjalani laga uji coba melawan para atlet eks tim Pomnas, Sabtu (12/10).

Kian Bagus

Evaluasi atas latih tanding di kampus Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta di kawasan Manahan tersebut, menurut pelatih lain Haris Nugroho, menunjukkan kian bagusnya kemampuan sebagian besar pesilat. Namun beberapa atlet dinilai performanya kurang bagus.

Baca : Fokus Latihan, Belum Tetapkan Lagi Uji Coba

‘’Ada yang fisiknya belum maksimal, ada pula yang tekniknya perlu ditingkatkan. Kendati demikian, tidak mungkin kami mendongkrak fisik dalam sisa waktu ini. Nanti lebih pada pemeliharaan dan pematangan atlet,’’ ujar Haris.

Sembilan dari 21 atlet Pra-PON Jaten tersebut berasal dari Solo Raya. Mereka adalah Sapto Purnomo (kelas F putra), Dewangga Agna Musthofa (D putra), Nadia Haq Umami Nur Cahyani (B putri) dan Zidni Rahma Amaly (seni tunggal putri) dari Solo. Lalu, Khoirudin Mustakim (B putra/Klaten), Bagaskoro Sulistyo Wibowo (J putra/Boyolali), serta trio Ardam Syaifudin, Bayu Triono dan Muhammad Abdul Rozzak (seni beregu putra/Solo).

Baca : Latih Tanding di Yogyakarta Belum Memuaskan

Selama ini, latihan teknik dan strategi para awak tim Pra-PON dipusatkan di kawasan Gajahan, Colomadu. Namun peningkatan fisik dilakukan di beberapa lokasi Kota Bengawan.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun