Tim Silat Pra-PON Belum Sepenuhnya Matang, Akhirnya Diuji Pesilat Sekandang

pesilat-pelatda-jateng
TENDANGAN: Pesilat tim Pra-PON Jateng Barata melepaskan tendangan ke arah lawannya pada laga latih tanding di kampus Fakultas Keolahragaan UNS Surakarta, Sabtu (12/10).

SOLO,suaramerdekasolo.com – Tim pelatda pencak silat Jateng proyeksi Pra-PON belum sepenuhnya matang. Sebagian awak tim yang kini tengah menjalani training camp (TC) di Solo tersebut memang menunjukkan performa meningkat. Namun kemampuan beberapa atlet lainnya belum seperti yang diharapkan.

Evaluasi tersebut disampaikan salah seorang pelatih, Haris Nugroho, seusai timnya menjalani laga latih tanding di kampus Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta kawasan Manahan, Sabtu (12/10). ‘’Sebagian besar awak tim menunjukkan progres bagus. Tetapi sekitar 20 persen lainnya tidak memperlihatkan perkembangan, bahkan satu-dua yang belum standar,’’ kata Haris.

Setelah beberapa waktu lalu jajaran pelatih merancang sekali lagi partai latih tanding, akhirnya Sapto Purnomo dkk diuji para pesilat sekandang. Kemampuan tim berawak 21 orang tersebut menghadapi para pesilat yang membela Jateng pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) di Jakarta, beberapa waktu lalu.  

‘’Semula kami inginkan ada tim provinsi lain datang ke Solo untuk uji coba, tapi ternyata sejumlah tim luar Jateng juga menghadapi keterbatasan dana,’’ tutur Haris.

Pembenahan

Tim Pra-PON Jateng yang diperkuat sembilan pesilat dari Solo Raya itu sebelumnya menjalani try out di Yogyakarta, 29 September lalu. Mereka melawan tim pelatnas proyeksi SEA Games Filipina 2019 dan tim Jabar pada laga latih tanding di Kota Gudeg tersebut.

Pada uji coba pertama itu, performa tim Jateng dinilai kurang memuaskan. Maka setelah ditempa kembali dalam latihan rutin selama dua pekan, akhirnya mereka dites lagi kemampuannya.

‘’Sekarang, kami lebih berkonsentrasi pada pembenahan ke dalam. Sudah tidak ada cukup waktu lagi untuk uji coba, karena Pra-PON tinggal sebulan,’’ ujar Haris yang juga dosen FKor UNS itu.

Para pesilat Jateng itu bakal bertarung pada Pra-PON di Jakarta pada 12-17 November mendatang. Selain Sapto Purnomo (kelas F putra) asal Solo , para atlet lain dari wilayah eks Karesidenan Surakarta yakni Khoirudin Mustakim (kelas B putra/Klaten) dan Nadia Haq Umami Nur Cahyani (B putri/Solo). Mustakim dan Nadia juga tercatat sebagai pesilat pelatnas SEA Games.

Atlet-atlet lainnya adalah Bagaskoro Sulistyo Wibowo (J putra/Boyolali), Dewangga Agna Musthofa (D putra/Solo), Zidni Rahma Amaly (seni tunggal putri/Solo), serta trio Ardam Syaifudin, Bayu Triono dan Muhammad Abdul Rozzak (seni beregu putra/Solo).(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun