Klaten Buru Gelar Juara Umum Panahan, NPCI Solo Mengincar Tiga Emas

kejurprov-npci-jateng
PEMERIKSAAN: Panitia melakukan pemeriksaan peralatan saat uji coba lapangan jelang Kejurprov NPCI Jateng di Stadion Wujil Kabupaten Semarang, Selasa (15/10). (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Tim Klaten memburu gelar juara umum panahanan pada Kejurprov National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng yang digelar di Stadion Wujil, Kabupaten Semarang, Selasa-Kamis (15-18/10). Delapan atlet disabilitas diboyong NPCI Klaten guna mewujudkan buruan itu.

‘’Kami menargetkan sepuluh medali emas dari panahan. Mudah-mudahan tercapai sehingga bisa meraih gelar juara umum, karena atlet-atlet terbaik yang kami turunkan di ajang itu,’’ kata Ketua Umum NPCI Klaten, Sri Mulyo.

Delapan pemanah tersebut terdiri atas enam atlet putra dan dua putri. Tujuh di antaranya merupakan atlet program jangka panjang (PJP) NPCI Jateng. Mereka adalah Sugiyo, Muklis, Tutik Yumiarti, Bayu Nur Rochim, Kasim, Sugi Priyono dan Harsinah.

Satu-satunya atlet non-PJP adalah M Ikhsan. Para atlet tersebut bersaing di seluruh ronde yang digelar di ajang tersebut, yakni ronde nasional, compound dan recurve.

‘’Secara pribadi, saya menargetkan meraih tiga medali emas dalam kejurprov ini,’’ kata salah satu tumpuan Klaten di nomor compound, Sugiyo.

Kategori Open

Menurut salah seorang panitia, Agus Ristanto, sebenarnya ada kategori klafisikasi standing dan wheelchair untuk panahan. ‘’Namun karena peserta tidak terlalu banyak, akhirnya kami putuskan untuk menjadikan satu dalam kategori open,’’ kata pria yang akrab disapa Aris itu.

Total terdapat 24 atlet yang bersaing di ajang panahan. Mereka berasal dari berbagai daerah, termasuk Solo, Sragen dan Wonogiri. Secara keseluruhan terdapat 15 medali yang diperebutkan.

Satu-satunya atlet Solo, Supriyatno juga bertekad merebut medali maksimal yang bisa diraih di nomor yang diikutinya, yakni recurve. ‘’Mudah-mudahan target tiga emas, dapat saya capai. Soal persaingan, sebenarnya gak bisa disebut lawan mana yang paling berat. Karena rival terberat adalah diri sendiri,’’ tuturnya.

Ofisial tim Solo, Suwarno juga mengaku yakin atas target Supriyatno. ‘’Dia merebut tiga emas pada Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jateng, beberapa waktu lalu. Makanya, meski hanya menurunkan satu atlet di panahan, kami yakin atas kemampuannya,’’ tutur Suwarno

Selain panahan, Kejurprov NPCI Jateng di Kabupaten Semarang itu juga menggelar cabang catur.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun