Atlet Karanganyar di Peringkat Dua Dunia Klasifikasi Disabilitas SU5

atlet-badminton-suryo-nugroho-karanganyar
SHUTTLE COCK: Atlet para badminton Suryo Nugroho mengembalikan shuttle cock dalam latihan di GOR Sinar Kasih Solo, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Atlet para badminton Suryo Nugroho kini menempati peringkat dua dunia pada klasifikasi disabilitas SU5. Namun atlet bulutangkis National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) asal Karanganyar itu tidak masuk dalam daftar peraih tiket menuju Paralympic Games Tokyo 2020.

Sebab peringkat pertama pada kelas SU5, sama-sama ditempati atlet dari Indonesia yakni Deva Anrimusthi. Karena itu, dia masih memburu wild card pada berbagai single event, termasuk kejuaraan dunia para badminton di Denmark, pekan ini.

‘’Berdasarkan ketentuan, hanya ada seorang atlet dari satu negara pada satu kelas di arena para badminton Paralympic Tokyo 2020 mendatang. Karena itu saya sampai saat ini tidak masuk,’’ tutur Suryo, lewat pesan seluler, Rabu (16/10).

Kendati demikian, tetap ada peluang bagi dirinya untuk bertarung di Paralympic. Yakni ketika tidak ada atlet pada kelas SU5 putra dari salah satu benua di dunia, yang didaftarkan di pesta olahraga disabilitas terbesar sejagad itu.

‘’Kalau dari negara-negara benua Afrika atau Australia tidak mendaftarkan atlet untuk kelas SU5 putra, maka saya yang berada di peringkat dua dunia bisa mendapatkan wild card menuju Tokyo 2020,’’ tutur dia.

Juni 2020

Kendati demikian, dia harus terus mengikuti single event dunia para badminton hingga perhitungan poin menuju Paralympic berakhir. Menurut Wakil Sekjen NPCI Pusat, Rima Ferdianto, perhitungan tersebut ditutup pada Juni 2020.

‘’Mudah-mudahan memang negara-negara di benua Afrika atau Australia tidak ada yang mengirim atletnya untuk kelas SU5. Jadi Suryo bisa turut ke Tokyo menggunakan wild card,’’ ujar Rima.

Para badminton atau bulutangkis disabilitas baru kali pertama digelar di ajang Paralympic, di Tokyo tahun depan. Dia mengungkapkan, hingga saat ini ada enam pebulutangkis NPCI yang telah meraih tiket menuju pertarungan puncak itu.

Selain Deva Anrimusthi di kelas SU5, atlet lainnya adalah Hary Susanto (SL4), Ukun Rukaendi (SL3), Leani Ratri Oktila (SU5), Fredy Setiawan (SL4), dan Khalimatus Sadiyah Sukohandoko (SL4). Fredy merupakan atlet NPCI Solo. Mereka, termasuk Suryo Nugroho, juga merupakan atlet-atlet pelatnas yang saat ini diproyeksikan menghadapi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2019.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun