Petembak Sragen dan Solo Ke Paralympic Tokyo 2020

Petembak-Sragen-dan-Solo-Pelatnas-NPCI
PAMITAN: Petembak Solo Hanik Pujiastuti (duduk kanan) dan atlet Sragen Bolo Triyanto (berdiri kiri) berpamitan dengan pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng, beberapa waktu lalu. Keduanya lolos MQS di Sydney.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Lolos MQS World Cup Shooting Para Sport di Sydney

SOLO,suaramerdekasolo.com – Petembak asal Sragen, Bolo Triyanto dan atlet Solo Hanik Pujiastuti berada pada track positif menuju Paralympic Games Tokyo 2020. Jalur itu diraih keduanya, usai lolos minimum qualifications score (MQS) pada World Shooting Para Sport di Sydney, Australia, yang berakhir Jumat (18/10).

‘’Alhamdulillah, keduanya lolos MQS dan mendapat kuota menuju Paralympic Tokyo. Hasil tersebut mengguncangkan para atelt dan pelatih negara-negara sahabat yang turut berlomba,’’ kata pelatih pelatnas menembak National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Saridi, Sabtu (19/10).

Pada ajang dunia adu jitu di Negeri Kanguru itu, Bolo menduduki peringkat 11 dunia kelas SH2 R5 prone. Dia mengemas total poin 634,1 dalam persaingan di antara 69 atlet peserta dari 49 negara. Bolo hanya selisih poin 0,8 dari James Bevis (Inggris) yang menempati urutan paling akhir (urutan delapan) di babak final.

‘’Kuota atlet yang mendapat tiket menuju Tokyo 2020 adalah peringkat 15 dunia di masing-masing kategori atau kelas,’’ tutur Saridi.

Baca: Atlet Karanganyar di Peringkat Dua Dunia Klasifikasi Disabilitas SU5

Baca Juga: Tiga Atlet Adu Jitu ke Ajang Dunia Shooting Para Sport

Hanik Peringkat 13

Sukses Bolo, diikuti petembak putri Solo Hanik Pujiastuti yang juga menembus MQS. Mengemas poin 608, Hanik menempati peringkat 13 dari 48 peserta di kelas standing SH1 R2. Sebenarnya ada tiga atlet pelatnas yang dikirim NPCI ke Sydney. Namun atlet lainnya, M Ridwan gagal memenuhi MQS karena akurasi tembakannya menurun. Menurut Saridi, selama latihan Ridwan bisa mencapai skor 540 di kelas SH1 P1, tapi saat lomba skornya 538.

‘’Kini para atlet tinggal mengikuti satu event lagi, yakni kejuaraan dunia di Peru, Mei mendatang. Sepulang dari Sydney, mereka harus tetap konsentrasi untuk lebih meningkatkan performanya,’’ tambah sang pelatih.

Bolo dan Hanik melalui pesan selular masing-masing mengakui, persaingan pada kejuaraan dunia di Sydney sangat ketat. Konsentrasi dan ketenangan membidik menjadi pertaruhan dalam perburuan skor.

‘’Sekarang kami harus lebih fokus lagi. Yang pasti harus terus berlatih dan berlatih, sepulang dari Australia,’’ kata Bolo.(Setyo Wiyono)

Simak: Atlet dan Pelatih NPCI Raih Penghargaan Haornas

Simak Juga: Catur Merata, Panahan Didominasi Klaten di Ajang Kejurprov NPCI

Editor: Budi Sarmun