Wow…Debutan, Indonesia Raih Emas di Australia

Foto-Atletik-Pelatnas-NPCI
MEDALI EMAS: Atlet atletik NPCI Elvin Sesa memamerkan medali emas yang diraihnya di nomor 400 meter putri pada multievent Inas Global Games Brisbane 2019, yang berakhir Sabtu (19/10).(suaramerdekasolo.com/dok kontingen NPCI)

*Multievent Inas Global Games Brisbane 2019

SOLO,suaramerdekasolo.com – Berstatus debutan. Meski demikian, tim Indonesia meraih sekeping medali emas, dua perak dan dua perunggu pada Inas Global Games Brisbane 2019. Simbol-simbol juara berasal dari cabang atletik dan renang pada multievent olahraga khusus tunagrahita di Australia selama sepekan itu, yang berakhir Sabtu (19/10).

‘’Ini kali pertama, tim Indonesia ikut Inas. Namun kiprah para atlet pelatnas National Paralympic Indonesia (NPCI) di ajang ini luar biasa, hingga mampu membawa pulang medali emas,’’ kata cheif de mission (CdM) Kontingen Indonesia, Sapta Kunta Purnama lewat pesan selular, Minggu (20/10).

Sekeping emas digenggam dari cabang atletik. Gelar juara itu disabet Elvin Sesa di lintasan lari jarak pendek 400 meter putri. Elvin juga merebut medali perunggu pada nomor lari 800 meter. Sementara itu rekannya, Tiwa meraih medali perak di ajang lari 800 meter putri.

‘’Perjuangan para atlet luar biasa. Persaingan ketat, karena pesertanya sangat banyak. Seorang atlet harus melewati babak kualifikasi dan semifinal, sebelum lolos ke final,’’ kata pelatih pelatnas atletik NPCI, Purwo Adi Sanyoto.

Baca: Petembak Sragen dan Solo Ke Paralympic Tokyo 2020

Simak: Catur Merata, Panahan Didominasi Klaten di Ajang Kejurprov NPCI

Renang

Medali juga diraih di cabang renang. Syuci Indriani merebut perak nomor 50 meter gaya kupu-kupu dengan catatan waktu 31,47 detik. Menurut seorang pelatih pelatnas renang NPCI, Bhima Kautsar, hasil itu sekaligus memperbaiki catatan waktu pribadi Syuci.

Selain itu, Syuci bersama tiga rekannya meraih perunggu nomor estafet 4 x 100 meter gaya ganti campuran. ‘’Perunggu diraih tim dengan susunan atlet M Bejita (gaya punggung), Irfan Septiana (punggung), Syuci (kupu-kupu) dan Meliana Ratih Pratama (bebas). Catatan waktunya 4,41.60 menit,’’ turut salah seorang pelatih pelatnas renang NPCI, Bhima Kautsar.

Lebih lanjut Sapta Kunta mengungkapkan, pesta olahraga tuna grahita sejagat itu diikuti seribu lebih atlet dari 47 negara. Sepuluh cabang yang digelar, serta dua cabang ekshibishi. Kontingen Indonesia yang menurunkan 18 atlet, hanya ikut tiga cabang yakni atletik, renang dan tenis meja.

‘’Keikutsertaan Indonesia di multievent itu sangat bermanfaat. Sebab kami jadi tahu peta kekuatan atlet tuna grahita di skala dunia, Asia dan Asia Tenggara,’’ jelas Kunta yang juga Dekan Fakultas Keolahragaan UNS Surakarta.(Setyo Wiyono)

Baca Juga: Raih Enam Emas, Klaten Teratas di Panahan, Kejurprov NPCI Jateng 2019

Simak Juga: 18 Atlet NPCI Buru Medali ke Australia

Editor: Budi Sarmun