Atlet Jateng Bersiap Memburu Medali Kejurnas NPCI di Solo

Atlet-Jateng-Buru-Medali-Emas-Kejurnas-NPCI
LATIHAN PEMATANGAN: Atlet balap kursi roda Jateng, Gunari Eko Jarot melaju dalam latihan pematangan performa di kompleks Stadion Manahan, Selasa (22/10).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Sejumlah atlet dari berbagai daerah di Jateng telah bersiap memburu medali pada Kejurnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) 2019 yang digelar di Solo, Rabu-Minggu (23-27/10). Mereka mematangkan performa dengan latihan di sejumlah tempat, seperti Stadion UNS Surakarta kampus Kentingan dan kompleks Stadion Manahan.

‘’Waktu lomba segera dimulai, sehingga sekarang saya tinggal pematangan kemampuan dan menjaga kondisi. Mudah-mudahan nanti mampu merebut medali emas di sprint nomor-nomor pendek,’’ kata salah seorang atlet atletik tim Jateng asal Grobogan, Gunari Eko Jarot, Selasa (22/10).

Kendati bernaung di NPCI Grobogan, atlet balap kursi roda klasifikasi T53 tersebut selama ini lebih banyak mengasah kemampuannya di Solo. Dia diplot beradu kecepatan di nomor balap kursi roda sprint 100 meter, 200 meter dan 400 meter pada kejurnas atletik yang bakal digelar di Stadion UNS Surakarta kampus Kentingan.

‘’Saya belum tahu persis, siapa saja atlet-atlet pesaing nanti. Tapi kalau mencermati rival di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Jabar 2016, beberapa pesaing di kelas saya antara lain dari Jabar dan Kaltim,’’ tutur Gunari.

Baca: Kejurnas NPCI, Ratusan Atlet Bakal Bersaing di Solo

Targetkan Emas

Atlet atletik lainnya, Priyano juga menargetkan emas. Namun atlet pelatnas NPCI proyeksi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2019 itu hanya akan turun di satu nomor, yakni lempar cakram kelas F46.

‘’Tentu saya tak ingin tertinggal dalam perebutan medali emas lempar cakram. Lebih-lebih, kejurnas itu jadi semacam ajang uji coba sebelum bersaing di APG Filipina. Tapi sesuai ketentuan, awak tim pelatnas hanya boleh turun di satu nomor,’’ tutur atlet asal Cilacap tersebut.

Priyano yang juga Sekretaris NPCI Jateng itu, telah menjalani training camp (TC) bersama pelatnas di Solo sejak Mei silam. Maka sehari-hari dia mengasah kemampuan dalam latihan di Kota Bengawan.

Tim NPCI Jateng bakal menurunkan 121 atlet pada kejurnas tersebut. Para atlet akan bersaing pada enam cabang yang digelar di kejurnas. Selain atletik, mereka juga berkompetisi di cabang tenis meja, renang, basket 3 on 3, angkat berat dan boccia.(Setyo Wiyono)

Baca juga: Wow…Debutan, Indonesia Raih Emas di Australia

Simak juga: Petembak Sragen dan Solo Ke Paralympic Tokyo 2020

Editor: Budi Sarmun