Joss…Karateka KKO Solo Genggam Emas di Luksemburg

Karateka-Solo-Juara-di-Luksemburg
BENTANGKAN MERAH PUTIH: Karateka KKO SMPN 1 Surakarta Luvena Milano Setiyaka membentangkan bendera Merah Putih saat menjuarai kumite -50 kg U14 putri pada kejuaraan karate internasional di Luksemburg, akhir pekan lalu.(suaramerdekasolo.com/dok)

*Kejuaraan Pelajar Karate Internasional

SOLO,suaramerdekasolo.comKarateka Solo, Luvena Milano Setiyaka meraih medali emas pada kejuaraan internasional pelajar karate di Luksemburg, Sabtu-Minggu (19-20/10). Siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMPN 1 Surakarta tersebut menjadi jawara di ajang kumite kelas -50 kg untuk usia 14 tahun (U14) putri.

Tak hanya itu. Dia juga merebut medali perak di kategori seni atau kata U14 pada kejuaraan bertajuk Karate Coupe Internationale De Kayl Luxembourg 2019 tersebut.

‘’Alhamdulillah, Luvena menyumbang medali emas dan perak, hingga tim karate SMP Indonesia merebut gelar juara umum di Luksemburg. Dia turut mengharumkan nama Indonesia dan Solo,’’ kata pelatih karate KKO SMPN 1 Surakarta, Agus Muzamil, Selasa (22/10).

Dia mengungkapkan, anak didiknya tersebut termasuk dalam tim SMP Tanah Air yang dikirim untuk bertarung ke tlatah Eropa itu. Karateka lain peraih emas adalah Denis Darmawan (Salatiga/Jateng) yang meraih kumite -52 kg U16, Salma Aulia (DKI/Jakarta, kata dan kumite +50 kg U14), M Akio Saiko (DKI Jakarta, kata U14 putra) dan Nathaniel Abimanyu (Yogyakarta, kumite +55 kg U14). Raihan enam emas dan sekeping perak itu membawa Indonesia sebagai juara umum.

Baca: 130 Karateka Ikuti Gashuku-Ujian Dan, Ajang Regional Lemkari di Donohudan

Proses Panjang

Agus Muzamil menjelaskan, proses untuk masuk dalam tim Indonesia menuju Luksemburg sangat panjang. Berawal dari juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Surakarta, Luvena kemudian menjuarai O2SN Jateng di kelasnya. Selanjutnya, siswa kelas dua tersebut merebut gelar juara O2SN tingkat nasional.

‘’Saat masih SD, Luvena juga meraih medali emas pada ajang interasional di Belgia tahun 2017,’’ tutur Agus.

Menurutnya, selama ini Luvena memang punya potensi dan prestasi cukup menonjol. Kendati demikian, sebagai pelatih dia tetap mengarahkan anak didiknya itu untuk tetap mengasah diri demi meningkatkan performa.

‘’Perjalanan dia masih panjang hingga masuk jenjang senior, sehingga harus terus berlatih dan tidak cepat berpuas diri. Teknik dan mental bertarung dia memang cukup baik,’’ ujar Agus yang juga pelatih Pengkot Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (Forki) Solo itu.(Setyo Wiyono)

Baca Juga: Tim Silat Pra-PON Belum Sepenuhnya Matang, Akhirnya Diuji Pesilat Sekandang

Simak: Catur Merata, Panahan Didominasi Klaten di Ajang Kejurprov NPCI

Editor: Budi Sarmun