Kejurnas NPCI, Ratusan Atlet Bakal Bersaing di Solo

Foto-Senny-Marbun-NPCI1
PENJELASAN: Presiden National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Senny Marbun (kanan) dan Wakil Sekjen Rima Ferdianto memberi penjelasan kepada pers soal berbagai kegiatan NPCI di kantornya, akhir pekan lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Enam Cabang Olahraga Disabilitas Digelar

SOLO,suaramerdekasolo.com – Sembilan ratus atlet dan ofisial dari seluruh provinsi se-Tanah Air bakal bersaing di Solo, Rabu-Minggu (23-27/10). Mereka akan berkompetisi pada enam cabang olahraga disabilitas dalam Kejurnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) yang digelar di Kota Bengawan.

‘’Enam cabang yang digelar itu adalah atletik, renang, tenis meja, angkat berat, basket 3 on 3 atau tiga lawan tiga dan boccia,’’ kata Wakil Sekjen NPCI, Rima Ferdianto, Selasa (22/10).

Kejurnas tersebut digelar di beberapa venues. Ajang persaingan atletik rencananya diselenggarakan di Stadion UNS kampus Kentingan Solo, basket 3 on 3 di GOR UNS kampus Kentingan dan boccia di GOR Fakultas Keolahragaan (Fkor) UNS kampus Manahan. Selanjutnya angkat berat di aula Hotel Lorin D’Wangsa, renang di kolam renang Tirtomoyo Manahan, serta tenis meja di Hartono Trade Center Solo Baru.

‘’Seluruh venues sudah siap untuk penyelenggaraan kejurnas yang merupakan agenda tahunan NPCI Pusat tersebut,’’ jelas Rima.

Baca: Wow…Debutan, Indonesia Raih Emas di Australia

Ke SKOD

Dia menambahkan, kejurnas merupakan ajang untuk mencari atlet-atlet dengan potensi bagus. Jika prestasi ditorehkan para atlet usia pelajar, maka mereka akan dipromosikan untuk masuk ke Sekolah Khusus Olahraga Disabilitas (SKOD) Indonesia yang telah berdiri di Solo. Sementara jika atlet berprestasi bagus itu sudah masuk usia senior, dapat menjadi pelapis untuk masuk tim NPCI guna menghadapi ASEAN Para Games (APG) 2021.

‘’Namun kalau ternyata muncul atlet dengan prestasi luar biasa, tidak tertutup kemungkinan masuk dalam tim APG Filipina 2019. Meski tujuan utama kejurnas bukan untuk promosi-degradasi pelatnas APG 2019,’’ tambah Presiden NPCI, Senny Marbun.

Humas NPCI Pusat Bangun Sugito menambahkan, para atlet peserta dan ofisial kejurnas dijadwalkan berdatangan ke Solo pada Rabu (23/10). Selajutnya mereka menginap ke sejumlah hotel di Kota Bengawan.

‘’Kamis (24/10), dilakukan temu teknik. Sebelumnya, para atlet akan dicek klasifikasi disabilitasnya. Selanjutnya Kamis malam dilakukan pembukaan kejurnas di Lorin D’Wangsa,’’ jelas dia.(Setyo Wiyono)

Baca juga: Petembak Sragen dan Solo Ke Paralympic Tokyo 2020

Simak: Atlet dan Pelatih NPCI Raih Penghargaan Haornas

Editor: Budi Sarmun