1.650 Pelari Ramaikan ‘’Run for Solo 2019’’

Run for Solo 2019
PAPARAN: Panitia Bidang Teknik Lapangan Joko Harwanto berdiri di samping Kabid Olahraga Dispora Surakarta Suhanto, menyampaikan paparan pada rapat koordinasi panitia ‘’Run for Solo 2019’’ di aula Dispora setempat, Rabu (23/10) sore.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Minggu, Start di Plasa Manahan

SOLO,suaramerdekasolo.com – Seribu enam ratus lima puluh pelari bakal meramaikan lomba lari di Solo yang digelar Pemkot Surakarta bekerja sama dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Minggu (27/10). Mereka bakal bersaing di ajang bertajuk ‘’Run for Solo 2019’’ yang mengambil start dan finish di Plasa Stadion Manahan tersebut.

‘’Animo peserta tinggi, sehingga tiket habis. Peserta mencapai 1.650 orang, termasuk beberapa pelari dari luar negeri,’’ kata Kabid Olahraga pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Surakarta, Suhanto, Kamis (24/10).

Lomba yang dimulai pukul 06.00 itu dibagi tiga jarak. Yakni lima kilometer (5K) dengan kategori pelajar Solo putra dan putri, pelajar umum putra dan putri, serta fun run. Selain itu jarak 10K kategori umum/nasional putra dan putri.

Jarak terjauh adalah 21K dengan kategori nasional putra dan putri, serta internasional putra dan putri. ‘’Nomor paling bergengsi adalah 21K, yang juga diikuti beberapa pelari luar negeri. Nomor itu start paling awal,’’ jelas panitia bidang teknis lomba, Joko Harwanto.

Simak: Petembak Sragen dan Solo Ke Paralympic Tokyo 2020

Rute Dalam Kota

Tiga rute disiapkan di dalam kota Solo. Lomba 5K, setelah start di Plasa Manahan melewati fly over menuju perempatan Gendengan, kiri melintasi Jalan Slamet Riyadi, belok kanan ke Jalan Museum, kanan lagi melalui deretan toko buku belakang Sriwedari hingga Tugu Lilin Penumping. Lalu lewat Jalan Hasanudin, perempatan Gendengan lurus, melintasi fly over lagi dan finish di Plasa Manahan.

Rute 10K, start dan jalur awal sama hingga Jalan Slamet Riyadi, lurus sampai perempatan Sangkrah. Selanjutnya belok kanan Jalan Kapten Mulyadi, perempatan Baturono belok kanan ke perempatan Gemblegan, belok kanan ke Jalan Yos Sudarso, lalu belok kiri Jalan Rajiman hingga perempatan Baron. Lalu ke arah Museum Keris Sriwedari, belok kiri hingga Tugu Lilin Penumping, Jalan Hasanudin lurus ke fly over dan finish di Manahan.

Start dan jalur awal 21K pun sama. Tapi sampai perempatan Gladag, peserta belok kiri lewat Balai Kota Surakarta, Jalan Urip Sumoharjo belok kiri ke Jalan Sutan Syahrir, ke kanan Jalan Abdul Muis, Jalan Monginsidi, Jalan Kolonel Sutarto, Jalan Ir Sutami, Jurug belok kanan Jalan Juanda. Lalu belok ke Jalan Kapten Mulyadi, perempatan Baturono belok kanan hingga perempatan Gemblegan, selanjutnya mengikuti jalur yang sama dengan rute 10K hingga finish di Manahan.(Setyo Wiyono)

Baca: Asah Performa, Pembalap Solo Siap Adu Kebut Ke Purworejo

Editor: Budi Sarmun