Ratusan Pebulutangkis Berebut Super Tiket di Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis

audisi-bulutangkis-djarum-karanganyar1
LEGENDA : Tim Pencari Bakat Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 berfoto bersama dengan petinggi Kabupaten Karanganyar, usai jumpa pers di rumah dinas bupati, Sabtu (26/10). Audisi akan digelar selama tiga hari di GOR RM Said Karanganyar, 27-29 Oktober. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)


*Digelar di Karanganyar, 27-29 Oktober

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com. Lebih dari 600 pebulutangkis remaja dari berbagai daerah, mengikuti Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 yang digelar PB Djarum di Karanganyar, 27-29 Oktober.
Mereka akan bersaing merebut Super Tiket untuk tampil di Final Audisi Umum yang akan digelar di Kudus, 20-22 November mendatang.

Tim pencari bakat berpersonel 12 legenda bulutangkis Indonesia akan mengamati permainan seluruh peserta audisi yang berlaga di GOR RM Said Karanganyar, untuk menentukan siapa yang layak untuk mendapatkan Super Tiket.

Mereka adalah Denny Kantono, Fran Kurniawan, Sigit Budiarto, Lilyana Natsir, Ellen Angelina, Fung Permadi, Basri Yusuf, Komala Dewi, Bandar Sigit, Imam Tohari, Reni dan Engga Setiawaj.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan, audisi tahun ini digelar di lima kota yakni Bandung, Purwok.erto, Surabaya, Karanganyar dan Kudus.
“Pencarian atlet belia tahun ini difokuskan pada dua kelompok usia yakni U-11 dan U-13 putra dan putri. Dengan fokus pada dua kategori ini, kami berharap bisa lebih maksimal dalam mengasah bakat dan mental atlet sejak dini,” katanya.

Dikatakannya, wilayah Solo Raya punya bibit bulutangkis berkualitas. Hal itu bisa dilihat dari peraih Super Tiket pada audisi tahun lalu, di mana Solo Raya memberi kontribusi 48 peserta dari 219 pebulutangkis yang melaju ke babak final audisi.
“Dari situ terlihat, wilayah ini menyimpan banyak sekali bibit pebulutangkis berkualitas yang berpotensi menjadi pahlawan bulutangkis Indonesia di masa mendatang,” tuturnya. (Irfan Salafudin) 

Editor : Budi Sarmun