Pelari Putri Gadungan Susupi ‘’Run for Solo 2019’’

Pelari Putri Gadungan Susupi Run for Solo
MEMIMPIN: Pelari Kenya Charles Kipkorur Kipsang sejak awal memimpin di kategori 21K internasional putra pada lomba lari ‘’Run for Solo’’ yang digelar di Solo, Minggu (27/10).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Didiskualifikasi dari Urutan Tiga Nasional

SOLO,suaramerdekasolo.com – Seorang pelari putri gadungan menyusup di ajang lomba lari ‘’Run for Solo 2019’’ yang digelar Pemkot Surakarta bekerja sama dengan Pengkot Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Solo, Minggu (27/10).

Pelari bernomor dada 10294 tersebut turut masuk dalam kelompok putri 10 kilometer (10K) nasional, dari tiga kategori jarak yang digelar panitia. Dua jarak lainya adalah lima kilometer (5K) dan 21 kilometer (21K).

‘’Saat masuk finish, seperti biasa, nomornya dicatat petugas panitia. Ketika ditanya namanya, pelari yang mengenakan kerudung dan masker itu mengaku bernama Dina dari Ngawi,’’ ungkap technical delegate Solo for Run, Joko Harwanto.

Panitia seksi kedatangan sempat mengalungkan penanda sang pelari finish di urutan ketiga. Tapi salah seorang wasit curiga dengan gaya berjalannya. Wasit itu kemudian buru-buru mencari ‘’sang juara ketiga’’ itu untuk melakukan cek ulang. Ketika didesak dengan beberapa pertanyaan, dia mengaku kalau seorang laki-laki.

‘’Dari suaranya juga menunjukkan kalau dia laki-laki. Akhirnya kami diskualifikasi. Pelari yang finish urutan bawahnya, naik urutan. Kalau dia protes, kami akan bawa ke polisi, sebagai upaya penipuan. Karena tidak protes, ya kami lepas,’’ tutur Joko.

Baca:1.650 Pelari Ramaikan ‘’Run for Solo 2019’’

Pelari Kenya

Juara pertama 10K kelompok putri itu diraih Laela Salsa dari Blora. Juara kedua Melly (Salatiga), disusul Lailatul A (Salatiga), Syifa (Bandung) dan Evi (Karanganyar). Sedangkan juara kelompok putra disabet Rikky (Bandung), dibuntuti Marselino (Kupang), Manurung (Magelang), Khunala (Blitar) dan Daniswara (Bantul).

Lomba lari yang dilepas Wali Kota FX Hadi Rudyatmo di plasa Stadion Manahan dan finish di tempat yang sama itu diikuti 1.650 orang. Total hadiah yang disediakan panitia Rp 170,6 juta.

Juara kategori 21K internasional putra dan putri diraih pelari asal Kenya. Pelari Charles Kipkorur Kipsang menjadi yang tercepat di kelompok putra, disusul Jumardi (Bogor), Ari Swandana (Jateng), Wayan (Salatiga) dan Fery Ferdian (Boyolali). Di kelompok putri, Isabella Kigen menjadi pelari pertama menembus finish, dibuntuti Anjasari Dewi (Bandung), Qurrotul Farida (Tulungagung) dan Noviana Dewi Yuwana (Solo).(Setyo Wiyono)

Simak: Lilyana : Banyak Pebulutangkis Muda yang Potensial

Simak juga: Atletik Siapkan 140 Medali Emas, Renang 44 Keping

Daftar juara lain Run for Solo 2019:

21K kategori nasional putra

  1. Welman (Medan)
  2. Nurshodi (Yogyakarta)
  3. Omry DY Situa (Kupang)
  4. Isak C Alut (Kupang)
  5. Ujang PS (Bandung)

21K kategori nasional putri

  1. Yanitasari (Bandung)
  2. Sharfina (Salatiga)
  3. Waliyanti (Magelang)
  4. Ine Dinaranti (Salatiga)
  5. Indah Lukmawati (Boyolali)

5K kategori pelajar lokal putra

  1. Alvin Adhy P (SMK Batik 2 Surakarta)
  2. Kristiano Rifky N (KKO SMPN 1 Surakarta)
  3. Nicholause Erlangga (SMAN 8 Surakarta)
  4. Fatwa Robi (SMAN 8 Surakarta)
  5. Raihan Aly (KKO SMPN 1 Surakarta)

5K kategori pelajar lokal putri

  1. Naura Yumna Dhau (MTsN 1 Surakarta)
  2. Nabila Febriana Putri (KKO SMPN 1 Surakarta)
  3. Salwa Varlina Putri Suwendo (SMPN 9 Surakarta)
  4. Aisy Putri Nariswari (MI Ta’mirul Islam Surakarta)
  5. Eleonora Cinta (SD Kanisius Keprabon 1 Surakarta)

5K kategori pelajar nasional putra

  1. Ardhi Wirayuda (Jombang)
  2. M Imam Baedhowi (Gunungkidul)
  3. Ageng Puji (Jombang)
  4. Anggasta Mulky D (Salatiga)
  5. Joko Ahmad Drastiyo (Jepara)

5K kategori pelajar nasional putri

  1. Khaila (Salatiga)
  2. Pasa (Salatiga)
  3. Mahardini (Kabupaten Semarang)
  4. Rieke (Salatiga)
  5. Dina (Salatiga)

Sumber: Panitia Run for Solo 2019

Editor: Budi Sarmun