NPCI Jateng Mendominasi Medali di Empat Cabang

Jateng Mendominasi Empat Cabang
LEMPAR CAKRAM: Atlet Jateng Priyano bersiap melemparkan cakram pada lomba kelas F46 putra Kejurnas NPCI 2019 di Stadion UNS Surakarta kampus Kentingan, yang berakhir Minggu (27/10).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Kejurnas Olahraga Disabilitas di Solo

SOLO,suaramerdekasolo.com – Para atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng mendominasi empat dari enam cabang olahraga pada kejurnas di Solo yang berakhir, Minggu (27/10). Kontingen tuan rumah itu berjaya di cabang atletik, merajai ajang renang, unggul di lapangan boccia, serta terkuat di arena angkat berat.

Namun tim Jateng yang bermarkas di kompleks Stadion Manahan Solo hanya menempati peringkat dua dengan tiga emas, dua perak dan delapan perunggu, karena kalah sekeping emas dari Sumatera Utara (Sumut) di cabang tenis meja. Sedangkan di arena pertarungan basket kursi roda 3×3, Jateng tak menurunkan tim. Satu-satunya atlet NPCI Jateng di pelatnas, Jaka Sriyana, bergabung dengan tim Bali.

‘’Alhamdulillah, kontingen kami mendominasi perebutan medali emas di kejurnas. Ini berkat kerja keras seluruh atlet, serta strategi jitu para pelatih,’’ kata Ketua Umum NPCI Jateng, Osrita Muslim, Senin (28/10).

Raihan terbesar Jateng dicapai tim atletiknya. Tercatat 23 medali emas, 20 perak dan 13 perunggu diraih anak-anak Jateng, dari 69 emas yang diperebutkan atletik. Urutan kedua, Jambi dengan sembilan emas, delapan perak dan tiga perunggu, serta Sumut dengan tujuh emas,tiga perak dan dua perunggu.

Baca: Kejurnas NPCI, Ratusan Atlet Bakal Bersaing di Solo

Simak: Pelari Putri Gadungan Susupi ‘’Run for Solo 2019’’

Renang 12 Emas

Pada persaingan di kolam renang Tirtomoyo Manahan, tim Jateng juga terunggul dengan 12 emas, 11 perak dan enam perunggu. Posisinya ditempel Kalsel dengan 11 emas, tujuh perak dan sekeping perunggu, serta Jabar degan 10 emas, tiga perak dan lima perunggu.

Jateng juga unggul di lapangan boccia, GOR indoor FKor UNS kampus Manahan. Tiga medali emas, dua perak dan sekeping perunggu diraih tim itu. Jatim menyusul dengan dua emas dan empat perunggu.

Tim Jateng juga terkuat di arena angkat berat dengan empat emas dan sekeping perunggu. Rival terdekatnya, Jabar dengan tiga emas, tiga perak dan lima perunggu, serta dibuntuti Sumut dengan tiga emas.

‘’Jika diakumulasi, raihan Jateng di kejurnas mencapai 45 medali emas, 35 perak dan 29 perunggu. Jabar tepat di bawah kami dengan 21 emas, 10 perak dan 12 perunggu. Alhamdulillah,’’ tambah Sekretaris NPCI Jateng, Priyano.(Setyo Wiyono)

Simak juga:Jateng Targetkan Gelar Juara Umum Kejurnas NPCI

Editor: Budi Sarmun