Tingkatkan Kemampuan, 35 Pelatih Atletik Ikuti Pelatihan Level Madya

35 Pelatih Atletik Ikuti Pelatihan Madya
PRAKTIK: Atlet lompat jauh T/F46 pelatnas NPCI, Figo Saputra menjadi contoh praktik pelatihan pelatih atletik tingkat madya yang digelar NPCI Jateng di Stadion UNS Surakarta kampus Kentingan, Selasa (29/10).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Praktik Libatkan Atlet Pelatnas Proyeksi APG

SOLO,suaramerdekasolo.com – Tiga puluh lima pelatih atletik dari berbagai kota/kabupaten di Jateng mengikuti pelatihan tingkat madya yang digelar National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Solo, Senin-Rabu (28-30/10). Mereka menerima dan mendiskusikan materi pelatihan tingkat lanjut yang dibutuhkan guna memoles atlet-atlet atletik, terutama penyandang disabilitas.

‘’Tak hanya materi secara teori, namun juga mempraktikkan cara-cara melatih atlet secara benar di lapangan. Jadi teori yang diperoleh di kelas selanjutnya diterapkan secara langsung, meski dalam bentuk contoh,’’ kata Ketua Umum NPCI Jateng, Osrita Muslim.

Materi praktik tersebut dilakukan pada Selasa (29/10) sore. Para atlet atletik yang tengah menjalani latihan di Stadion Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) kampus Kentingan, dilibatkan sebagai contoh pada praktik pelatihan tingkat madya itu.

‘’Tentu lebih bagus, karena rata-rata atlet pelatnas yang diproyeksikan guna menghadapi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2019, telah memiliki jam terbang dan teknik bagus untuk lomba,’’ tambah Sekretaris NPCI Jateng, Priyano.

Baca: Minim, Atlet yang Peroleh Intervensi Psikologis

Baca Juga: Pebulutangkis Karanganyar Raih Super Tiket

Program Latihan

Sebelumnya, pelatihan yang dibuka Kasubbid Pengelolaan Induk Organisasi Cabor pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Firtian Judiswandarta itu, diisi berbagai materi pelatihan lanjutan atletik. Sejumlah akademisi dan praktisi menjadi narasumber. Dosen Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Bambang Wijanarko mengawalinya dengan materi penyusunan program latihan atletik.

Dosen FKor Slamet Widodo meneruskannya dengan materi latihan sprinter atletik, serta Waluyo menyampaikan paparan mengenai lari menengah dan jauh. Selain itu, koordinator pelatih Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jateng Luwi Utomo menjelaskan teknik-teknik dalam nomor-nomor lompat.

Sementara salah seorang pelatih pelatnas atletik NPCI Purwo Adi Sanyoto memberikan materi mengenai berbagai teknik pada nomor-nomor lempar. ‘’Penyampaian paparan teori, dilanjutkan praktik di lapangan sangat penting bagi para pelatih tingkat madya. Dengan demikian, mereka dapat menerapkan latihan secara betul guna memaksimalkan potensi para atlet yang dipolesnya,’’ tutur Purwo.(Setyo Wiyono)

Simak Juga: NPCI Jateng Mendominasi Medali di Empat Cabang

Editor: Budi Sarmun