3 Tahun Vakum, FPTI Klaten Bangkit Lagi

fpti-klaten
AUDENSI : Sejumlah pegiat panjat tebing Klaten melakukan konsultasi dengan pengurus KONI Klaten, Kamis (31/10).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Sejumlah pelatih dan pegiat olahraga panjat tebing Klaten melakukan konsultasi ke pengurus KONI Klaten di kantor KONI Jonggrangan, Klaten Utara, Kamis (31/10). Mereka berencana menghidupkan lagi kepengurusan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Klaten yang sudah habis masa bakti dan vakum kegiatan sejak tahun 2016 silam.

Mereka adalah Irwan Santosa, Suci Wulandari, Aris Munandar, Sasongko Agung, Arfan Khoirun dan Ngabdul Tabri. Rombongan ditemui Ketua KONI Klaten Parwanto, Sekreatri Tarmuji, Dewan Kehormatan Otto Saksono dan sejumlah pengurus KONI.
‘’Kami mendatangi KONI untuk berkonsultasi terkait rencana menghidupkan bagi FPTI Klaten dengan membentuk kepengurusan baru. Sejak 2016, FPTI vakum kegiatan, kami tidak ikut Raker dan berbagai kejuaraan,’’ kata Arfan Khoirun.

Kepengurus FPTI terakhir yang diketuai Dwi Budi Santosa sudah habis masa jabatannya, tahun 2016 dan sejak itu belum melakukan reorganisasi. Sejak itu pula, FPTI absen dalam berbagai kejuaraan panjat tebing di berbagai tingkatan. Akibatnya, FPTI Klaten terancam sanksi organisasi.

‘’Masih banyak pegiat panjat tebing di Klaten, namun kami tidak mempunyai sarana latihan. Sebelumnya, kami latihan menumpang di SMAN 1 Klaten. Namun sejak pelajaran berlangsung hingga sore, maka kami tak bisa berlatih di sana,’’ kata Irwan Santosa.

Suci Wulandari menambahkan, sebenarnya beberapa mantan atlet yang kini menjadi pelatih masih aktif. Banyak pula dari kalangan pelajar yang tertarik menekuni panjat tebing. Sebelumnya pun, sejumlah atlet Klaten mampu meraih pretasi di berbagai kejuaraan resmi.

Menanggapi hal itu, Ketua KONI Parwanto memberikan dukungan dan menegaskan KONI Klaten akan membantu mengawal pembentukan kepengurusan FPTI yang baru. Dia berharap, pegiat panjat tebing bisa segera mengumpulkan orang-orang yang punya kepedulian untuk menghidupkan FPTI Klaten.
‘’Coba kumpulkan dulu, siapa saja yang akan direkrut dalam kepengurusan FPTI Klaten. Disusun dan diajukan ke KONI, nanti KONI akan bantu mengawal agar kepengurusan FPTI Klaten segera terealisasi. Jadi nantinya, panjat tebing bisa memperkuat tim Porprov Klaten,’’ tegas Parwanto.

Sementara itu, Dewan Penasehat KONI Otto Saksono berharap agar sepekan ke depan, susunan pengurus sudah terbentuk dan dikonsultasikan ke KONI Klaten. ‘’Yang penting, pengurusnya terbentuk dulu, pengurus intinya saja sudah cukup. Soal adanya sanksi, itu bisa dipikirkan bersama nanti,’’ tegas Otto.

Soal tidak adanya tempat latihan bagi atlet panjat tebing, KONI sedang menjajaki kemungkinan membangun wall di komplek kantor KONI Klaten. Masih ada lahan yang cukup luas yang bisa digunakan untuk membangun wall panjat tebing. Hal itu akan dibahas lebih lajut setelah kepengurusan FPTI terbentuk.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun