Banyak yang Belum Merasa Butuh Intervensi Psikologis

intervensi-olahraga
Ketua Asosiasi Pelatih Mental Olahraga Indonesia, Miftakhul Jannah saat menjadi pemateri dalam seminar nasional bertajuk Intervensi Psikologis Terhadap Peningkatan Performa Pelaku Olahraga, di hall FKOR UNS. (suaramerdekasolo.com/dok)

SOLO,suaramerdekasolo.com -Keberhasilan atlet ditunjukkan dengan performa stamina dan kekuatan yang optimal. Namun jika tanpa intervensi psikologis, performa tersebut tidak dapat terwujud. 

Ketua Asosiasi Pelatih Mental Olahraga Indonesia, Miftakhul Jannah mengakui banyak pelaku olahraga belum merasa butuh intervensi psikologi. Padahal secara teoretis, sentuhan psikologis penting untuk kemajuan performa atlet.

“Selama ini intervensi psikologi sudah ada di tingkat pelatihan nasional. Hanya belum representatif. Satu psikolog menangani banyak atlet. Di tingkat pelatihan daerah juga sudah ada. Tapi belum intens dan terstruktur,” paparnya saat memaparkan materi di seminar nasional bertajuk Intervensi Psikologis Terhadap Peningkatan Performa Pelaku Olahraga, di hall FKOR UNS, Sabtu (2/11).

Padahal semua atlet, mulai tingkat pelajar sampai atlet profesional berhak menerima intervensi psikologi. Ia menyebut, dalam undang-undang diatur ada tiga sistem keolahragaan. Yakni olahraga pendidikan, rekreasi, dan prestasi. Maka intervensi psikologis harus masuk di ketiga sistem olahraga tersebut. Karena saling berkaitan satu sama lain.

Dekan Fakultas Keolahragaan UNS, Dr Sapta Kunta Purnama mengakui referensi psikologi olahraga di Indonesia agak sulit. Dan untuk beberapa Cabor bulu tangkis, psikologis olahraga sudah diterapkan dalam pembinaan sejak 1967 silam.

“Namun untuk di Cabor lain belum walaupun  selama ini sebagian sudah diterapkan, tapi belum maksimal dilakukan,” paparnya.(Evie Kusnindya) 

Editor : Budi Sarmun