Diskusikan Pengelolaan Olahraga, KONI Kabupaten Tegal Ke Solo

koni
CENDERA MATA: Ketua Umum KONI Surakarta Gatot Sugihartono (kiri) dan Wakil Ketua KONI Kabupaten Tegal Darmadi saling memberikan cendera mata pada studi banding di Solo, Sabtu (2/11).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Pengelolaan olahraga menjadi topik diskusi hangat, saat jajaran pengurus KONI Kabupaten Tegal berkunjung ke Solo, Sabtu (2/11). Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua KONI Darmadi tersebut diterima Ketua Umum KONI Surakarta Gatot Sugihartono bersama jajarannya di rumah dinas Wakil Wali Kota (Wawali) Surakarta.

‘’Kami diarahkan KONI Jateng untuk berkunjung ke Solo, jika ingin studi banding. Maka akhirnya kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus berdiskusi tentang pengelolaan olahraga di lingkup KONI,’’ kata Darmadi.

Selama ini, KONI Kota Bengawan memang sering menjadi tujuan studi banding komite olahraga dari berbagai daerah. Tak hanya pengurus otorita olahraga kota/kabupaten di Jawa, namun juga komite olahraga diri beberapa daerah di luar Jawa.

Berbagai materi dibicarakan pada forum tersebut. Di antaranya mengenai manajemen anggaran, koordinasi dengan pengurus-pengurus cabang, hingga pemantauan terhadap pembinaan para atlet demi memburu prestasi.

‘’Intinya kami ingin sharing, lebih-lebih Solo telah dua kali menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng, pada 2009 an 2018,’’ tambah Darmadi.

Baca: Empat Pebola Voli Solo Perkuat Tim Jateng

51 Cabang Olahraga

Gatot Sugihartono secara singkat menyampaikan paparan tentang berbagai hal yang ingin diketahui tamunya. Dia menjelaskan, komite yang dinakhodainya memiliki tim anggaran yang merumuskan besaran dan pos-pos anggaran yang diberikan ke pengurus-pengurus cabang olahraga.

‘’Sebelumnya, seluruh pengurus cabang kami beri paparan mengenai kisaran nilai bantuan dan prosedur yang harus ditempuh. Jadi dalam penyerahan kebutuhan masing-masing, dapat berjalan lancar,’’ kata Gatot.

Lalu demi kelancaran pengelolaan pembinan atlet pada 51 cabang olahraga di KONI Surakarta, Gatot menyebut adanya tim monitoring dan evaluasi (monev). Tim tersebut selalu melakukan pemantauan pada masing-masing cabang, menyangkut prestasi dan berbagai problematikanya di lapangan.

‘’Kebetulan pengurus kami, 20 orang, Sehingga mereka sekaligus dapat mengecek latihan cabang-cabangnya. Tentu ada catatan-catatan tertulis yang disusun, sebagai bukti pelaksanaan monev itu,’’ jelasnya.

Kepada rombongan tamunya, Gatot juga minta maaf tidak bisa menemui rombongan karena bukan di sekretariat KONI Surakarta. Sejak Stadion Manahan direnovasi, pihaknya belum bisa menadapat lokasi yang representatif. ‘’Kami meminjam ruang pertemuan di rumah dinas Wawali ini untuk menerima tamu,’’ kata Gatot sebagai pembuka penerimaan kunjungan itu.(Setyo Wiyono)

Simak: Jelang Popnas, Dua Karateka Solo Jalani Training Camp di Semarang

Simak Juga: Fencer Solo Raih Sembilan Tiket Menuju PON Papua 2020

Editor: Budi Sarmun