Pra-PON Pencak Silat, Sapto Dkk Hadapi Persaingan Ketat di Jakarta

Pencak Silat Jateng
LATIHAN: Sejumlah pesilat tim pelatda Jateng melakukan latihan teknik dan kebugaran di kawasan Colomadu, Senin (4/11).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Buru Tiket Menuju PON Papua 2020

SOLO,suaramerdekasolo.com – Persaingan ketat bakal dihadapi tim pencak silat Jateng yang kini menjalani training camp (TC) di Solo pada Pra-PON di Jakarta, 13-17 November nanti. Sapto Purnomo dkk harus bertarung menghadapi para pesilat dari sepuluh provinsi lain di Grup C, guna memburu tiket menuju PON Papua 2020 itu.

‘’Semua tim lawan, berat. Maka kami siapkan para atlet secara optimal, agar mampu memenangi setiap pertandingan. Target kami meloloskan atlet sebanyak-banyaknya,’’ kata pelatih kepala pelatda pencak silat Jateng, di sela-sela memimpin latihan kebugaran timnya di kawasan Colomadu, Senin (4/11).

Total terdapat 57 kuota atlet yang diperebutkan di Grup C. Selain Jateng, sepuluh tim lain yang bakal bersaing di grup tersebut adalah DKI Jakarta, Jatim, Sulteng, Sulsel, Kalteng, Kalbar, Kalsel, Kepri, Sumsel dan Gorontalo. Selama ini, tim-tim dari Jawa seperti Jateng, DKI Jakarta dan Jatim memiliki kekuatan yang hampir seimbang.

‘’Sumsel dan Sulsel juga punya kekuatan bagus. Secara prinsip, semua tim merupakan lawan berat di Pra-PON nanti,’’ tandas Catur, didampingi pelatih lain Dian Kristianto.

Simak: Intensifkan Simulasi Guna Matangkan Performa, TC Tim Pencak Silat Pra-PON di Solo

Tumpuan

Dua puluh satu pesilat menjadi tumpuan Jateng pada persaingan di GOR Gelanggang Remaja Jakarta Utara, pekan depan. Mereka akan bersaing di nomor-nomor tanding dan seni atau TGR (tunggal, ganda, regu). Sembilan di antara mereka merupakan atlet-atlet dari Solo Raya.

Pesilat Solo yang memperkuat tim Jateng yakni Dewangga Agna Musthofa (kelas D putra), Sapto Purnomo (kelas F putra), Nadia Haq Umami Nur Cahyani (kelas B putri) dan Zidni Rahma Amaly (seni tunggal putri). Lalu, trio Ardam Syaifudin, Bayu Triono dan M Abdul Rozzak yang diplot di seni regu putra. Selain itu Khoirudin Mustakim (kelas B putra) dari Klaten, serta Bagaskoro Sulistyo Wibowo (kelas J putra) asal Boyolali.

‘’Saya tekankan pada anak-anak untuk memburu kemenangan hingga jadi finalis di kategori tanding. Sebab, kuota setiap kelas tanding hanya dua-tiga orang yang lolos ke PON. Demikian pula untuk kategori seni,’’ tutur Catur.(D11)

Baca: Tara dan Kaka Tumpuan Buru Emas Renang

Baca Juga: Diskusikan Pengelolaan Olahraga, KONI Kabupaten Tegal Ke Solo

Editor: Budi Sarmun