Bertekad Raih Hasil Terbaik Sebelum Pensiun

Ingin Terbaik sebelum pensiun dari silat
Sapto Purnomo. (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

PRA-PON di Jakarta, pekan depan, serta PON Papua 2020 kemungkinan besar menjadi ajang tingkat nasional terakhir yang diikuti Sapto Purnomo. Pesilat Solo yang memperkuat tim pencak silat Jateng itu menyadari, usianya tak lagi muda.

‘’Sekarang saya sudah 32 tahun, jadi rangkaian pesta olahraga nasional nanti menjadi pertarungan terakhir. Maka saya ingin memburu hasil terbaik, sebelum pensiun sebagai atlet,’’ kata Sapto di sela-sela pelatda pencak silat Jateng di kawasan Gajahan, Colomadu.

Karena itu, lelaki yang telah menggenggam banyak medali dari ajang nasional dan dunia tersebut, berusaha tampil maksimal pada Pra-PON, agar bisa merebut tiket menuju PON 2020. Jika lolos ke Papua, mantan jawara kelas D (60-65 kg) pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat Ke-14 tahun 2000 itu, bertekad merebut medali emas.

‘’Pada PON Jabar 2016, saya meraih medali emas. Maka untuk menutup karier atlet, saya harus bisa meraih gelar juara,’’ ujar pesilat yang kini naik ke kelas F (70-75 kg) tersebut.

Simak: Atlet Pelajar NPCI Memburu 18 Emas pada Peparpenas 2019

Bagi Waktu

Suami Alif Almunanti itu masuk tim pelatda Jateng setelah menggenggam medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018. Sejak awal 2019, bapak dua anak tersebut menjalani program desentralisasi. Bahkan mulai awal Juni lalu, dia masuk mes di kawasan Colomadu guna menjalani training center (TC) bersama 20 rekan setimnya.

Lalu, bagaimana atlet kelahiran Boyolali, 31 Oktober 1987 itu membagi waktunya dengan keluarga? ‘’Ya, Sabtu sore dan Minggu kan libur latihan. Jadi pada waktu-waktu itu bisa berkumpul dengan keluarga di rumah,’’ ujar pria yang juga pelatih silat di Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMPN 1 Surakarta tersebut.

Kendati kaya pengalaman bertarung, namun peraih medali emas SEA Games Myanmar 2013 tersebut tidak memandang sebelah mata terhadap calon rival-rivalnya. Lebih-lebih tim Jateng berada dalam satu grup dengan beberapa tim kuat seperti DKI Jakarta, Jatim, Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan. Peta persaingan yang diprediksi bakal ketat itu membuatnya harus benar-benar mempersiapkan diri agar lolos pada Pra-PON nanti.(Setyo Wiyono)

Simak:Vita Solo Siapkan Tim Putri untuk Bertarung ke Bandung

Editor: Budi Sarmun