5 Pelatih Gagal Lolos Training of Trainer

pelatihan-pelatih-koni-klaten
TRAINING : Para pelatih mengikuti pelatihan yang diselenggarakan KONI Klaten, baru-baru ini.(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Dari 30 pelatih cabang olahraga yang mengikuti Training of Trainer (TOT) yang diselenggarakan KONI Kabupaten Klaten, ada 5 peserta yang gagal lolos. Mereka bisa mengikuti TOT priode berikutnya yang rencananya akan digelar awal tahun 2020 mendatang.

‘’Dari hasil pemaparan panitia pelaksana TOT yang berlangsung selama tiga hari, dari 30 peserta yang tidak lulus. Tiga peserta gagal lolos karena tingkat kehadiran yang kurang, sedangkan dua peserta tidak lolos karena nilainya kurang,’’ kata Ketua Umum KONI Klaten, Parwanto, Senin (11/11).

Gagalnya 5 peserta tersebut merupakan bentuk konsekuensi terkait nilai ambang batas yang sudah ditetapkan dan dan bentuk ketertiban pelatih dilihat dari tingkat kehadiran. Sejak awal, setiap peserta memang diwajibkan mengikuti setiap materi yang diberikan selama 3 hari.

Dalam TOT, setiap peserta mengikuti pre test sebelum mendapatkan pelatihan, dan menjalani post test usai menjalani pelatihan. Namun beberapa di antaranya mendapatkan nilai post test yang belum memuaskan, sehingga tidak berhasil mendapatkan sertifikat kelulusan.

Parwanto menegaskan, adanya peserta yang tidak lolos tersebut merupakan bentuk komitmen bersama, agar semua berjalan sesuai relnya. Dengan adanya ketegasan tersebut, maka pelatih yang sudah memegang sertifikat akan mempunyai nilai tawar yang tinggi.

‘’KONI akan mengakomodir peserta yang belum berhasil lulus dengan menyelenggarakan pelatihan serupa, tahun 2020 mendatang. Selain mengakomodir peserta yang tidak lulus, juga membuka kesempatan bagi cabang olahraga yang belum mengirimkan pelatih,’’ ujar Parwanto usai menerima laporan dari panitia pelaksana.

Diselenggarakannya TOT bertujuan agar semua cabang olahraga anggota KONI Klaten mempunyai pelatih yang berkualitas dan bersetifikat. Dengan demikian, maka diharapkan atlet-atlet yang dibina juga akan menjadi atlet yang berprestasi.

Sementara itu, salah satu panitia TOT, Jaka Sunardi mengatakan, pelatihan bertujuan agar pelatih memahami latihan apa saja yang dibutuhkan pada cabang olahraga yang dibimbingnya. Semua metode latihan dilakukan berdasarkan sport sceince dan terukur.

TOT menghadiri pemateri antara lain Dr Kumala Windya MPsi, Dr Komarudin MA, Tonang Juniarta Spd MOr, Hartini SPd MOr, Dr Nurudin Priya Budi Santoso MOr, Dr Joko Sulistyono MPd, Dr Shodiq Hutomono MKes, Dr Jaka Sunardi MKes AIFO, M Amin Nurdin SPd, Sigit Hadi Saputro SPd, Drs Mursidi, dan Drs Harjanta SE.

Materi yang diberikan meliputi psikologi olahraga, biomekanika, pertumbuhan dan perkembangan gerak, kebijakan KONI Jateng, tes dan pengukuran, long term athlete development, teori dan metodologi kepelatihan, anatomi dan fisiologi olahraga, teori dan praktik latihan kondisi fisik umum, perencanaan program latihan, dan praktik melatih kecabangan.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun