Awak Pelatnas Para Triathlon Gapai Progres Positif di Bali

Para Triathlon Gapai Progres Positif di Bali
LATIHAN: Atlet pelatnas para triathlon National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Achmad Zein memacu sepedanya dalam latihan di velodrome Manahan, Solo.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Try In Guna Hadapi APG Filipina 2019

SOLO,suaramerdekasolo.com – Tim pelatnas para triathlon yang menjalani training camp (TC) di Solo, menggapai hasil positif saat try in di Bali. Tiga dari enam atlet yang menghuni pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) itu, mencapai finish pada rangkaian lomba tiga cabang olahraga bertajuk Bali International Triathlon 2019 yang digelar di kawasan Sanur, Minggu (10/11).

‘’Atlet Achmad Zein, Muchlis Londong dan Salimin, mampu finish di arena lomba renang yang dilanjutkan secara berangkai dengan balap sepeda dan lari tersebut. Jadi ada progres positif. Zein yang terdepan di antara rekan-rekannya,’’kata manajer tim pelatnas para triathlon NPCI, Joko Sulis, Selasa (12/11).

Ketiga atlet tersebut memang lebih awal masuk dalam TC pelatnas proyeksi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2019 yang dipusatkan di Solo, sejak awal Mei lalu. Mereka baru kali kedua mengikuti lomba triathlon. Lomba pertama di Jepara, September lalu. Sementara itu atlet Ahmad ‘’Cimex’’ Saidah, hanya mengikuti lomba di cabang renang, karena ban sepeda tangannya (hand bike), pecah.

‘’Karena ban pecah, saya tak bisa ikut balap sepeda. Hanya ikut renang di laut, sepanjang 500 meter. Ini jadi pengalaman pertama, karena saya masuk pelatnas para triathlon baru Oktober lalu,’’ tutur Cimex yang tercatat sebagai warga Klaten itu.

Baca: Pembalap Putri Boyolali Geser ke Triathlon

Cabang Baru

Sedangkan dua atlet putri, Ratifah Apriyanti asal Boyolali dan Mistiyah dari Purworejo, hanya turut lomba di arena renang dan lari. Sama dengan Cimex, kedua atlet putri tersebut juga baru bergabung di pelatnas pada Oktober lalu.

Menurut Joko Sulis, perkembangan kemampuan para atlet tersebut cukup positif. Sebab para triathlon merupakan cabang olahraga yang baru diikuti kontingen Indonesia pada pesta olahraga difabel Asia Tenggara mendatang. Karena itu, seluruh atlet yang ditempa juga merupakan debutan di cabang tersebut.

‘’Jadi, memang tak ada target merebut podium. Target kami, anak-anak finish sudah bagus. Lebih-lebih kejuaraan triathlon di Bali terbuka untuk peserta umum, tidak khusus difabel,’’ jelas dia.

Sesuai urutan dan jarak tempuhnya, rangkaian lomba para triathlon diawali renang 750 meter, berlanjut balap sepeda 20 kilometer, serta diakhiri lari lima kilometer. Pada kejuaraan di Bali, renang 500 meter.(Setyo Wiyono)

Simak: Jaga Peluang, Vita Solo Wajib Menang di Laga Ketiga

Simak Juga: Dirikan Diklat, PBSI Solo Menjaring Bibit-Bibit Atlet

Editor: Budi Sarmun