Klasifikasi Digabung, Renang NPCI Jateng Tak Capai Target

Klasifikasi Digabung, Renang Jateng Tak Capai Target
MELAJU: Perenang pelajar SMAN 4 Surakarta Tara Athaya melaju di lintasan kolam renang Tirtomoyo Manahan Solo.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Jateng Gagal Pertahankan Gelar di Peparpenas

SOLO,suaramerdekasolo.com – Klasifikasi disabilitas pada nomor-nomor lomba renang Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) IX/2019, banyak yang digabung. Atlet tuna daksa dari sejumlah klasifikasi hanya dibagi dalam kelompok putra dan putri, demikian juga tuna netra total dan low vision digabungkan, pada pesta olahraga pelajar disabilitas se-Tanah Air di Jakarta, Kamis-Rabu (7-13/11) itu.

‘’Tak dipakai lagi klasifikasi S11, S12 dan S13 bagi atlet renang, tapi nomornya dibuka jadi satu kelas tuna netra. Akibatnya, atlet tuna netra total sangat berat bersaing dengan atlet low vision. Di tuna daksa juga begitu,’’ kata pelatih tim renang Peparpenas Jateng, Mustafa Ali Khoriri, Rabu (13/11).

Bidikan enam medali emas dari cabang renang pun hanya berbuah tiga emas, enam perak dan tiga perunggu. Ketiga keping simbol juara itu diraih Pria Wibawa di nomor 100 meter gaya bebas tuna daksa putra, serta perenang pelajar SMAN 4 Surakarta Tara Athaya Yasykur di nomor 100 meter gaya bebas dan 50 meter gaya bebas tuna netra putri.

Baca: Tim Boccia Jateng Juara Umum, Atletik Urutan Tiga

Bersaing Sendiri

Sekretaris Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng Priyano juga mengeluhkan penggabungan kelas itu. Menurutnya, kondisi tersebut mengacaukan strategi perburuan medali emas kontingennya.

‘’Akibatnya, Erika yang jadi andalan di kelas S11 dan Tara andalan di kelas S12, saling bersaing sendiri di nomor lomba yang sama. Jelas tidak menguntungkan,’’ tuturnya.

Akhirnya Erika yang kini berstudi di SMAN 8 Surakarta meraih medali perak 50 meter gaya dada dan 50 meter gaya bebas tuna netra putri, serta perunggu 100 meter gaya dada. Medali perak renang juga diraih Gerald AB di lintasan 100 meter gaya bebas tuna grahita putra, Pria Wibawa (50 meter gaya bebas tuna daksa putra dan Ananda Setya KD (50 meter gaya bebas tuna rungu wicara putri).

Sementara peraih perunggu lainnya, Ananda Setya (100 meter gaya bebas) dan Pijar AP (100 meter gaya bebas tuna rungu wicara putra).

‘’Tetapi berapa pun hasil yang kami raih, hal itu merupakan penampilan maksimal para atlet di Peparpenas kali ini,’’ ujar Priyano.(Setyo Wiyono)

Simak: Menang Telak Atas Caroline, Vita Solo Memenuhi Janji

Editor: Budi Sarmun