Awak Para Triathlon akan Ramaikan Fun Run Borobudur

Awak Para Triathlon Ramaikan Fun Run Borobudur
TRIATHLON: Para awak pelatnas para thrithlon bersama jajaran pelatih di sela-sela mengikuti lomba triathlon di Bali..(suaramerdekasolo.com/dok Para Triathlon)

*Atlet Pelatnas di Solo Bakal Turut Lari

SOLO,suaramerdekasolo.com – Atlet para thriatlon Nasional Paralympic Committee Indonesia (NPCI) bakal turut berlari pada rangkaian kegiatan Borobudur Marathon 2019 di Magelang. Enam awak pelatnas, termasuk yang berasal dari Solo Raya, bersama jajaran pelatihnya yang selama ini menjalani training camp (TC) di Solo akan meramaikan ajang tersebut.

‘’Kami akan ikut berlari bersama masyarakat di Borobudur. Bukan pada lomba puncaknya pada Minggu (17/11), namun dalam fun run yang digelar sehari sebelumnya, Sabtu (16/11),’’ kata Sekretaris NPCI Jateng, Priyano.

Rombongan atlet difabel tersebut bertolak meninggalkan Solo, Jumat (15/11) sore. Enam atlet para triathlon yang berangkat adalah Achmad Zein yang masuk klasifikasi disabilitas PTS4, Muchlis Londong (PTS3), Salimin (PTWC1) dan Ahmad ‘’Cimex’’ Saidah (PTWC2). Selain empat atlet putra, juga dua atlet putri yakni Ratifah Apriyanti (PTS3) dan Mistiyah (PTS3). Cimex merupakan warga Klaten, sedangkan Ratifah atlet asal Boyolali.

Baca: Karisma Evi Geser Fokus ke APG Filipina dan Paralypic Tokyo 2020

Baca Juga: Buah Disiplin Tinggi dan Kerja Keras Karisma Evi

Gunakan Kursi Roda

Menurut Priyano, keikutsertaan para awak pelatnas proyeksi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2019 itu lebih pada turut meramaikan rangkaian kegiatan Borobudur Marathon. ‘’Sekaligus bagi teman-teman para triathlon agar lebih sering merasakan suasana massal setelah mereka try in di Bali, pekan lalu. Jarak fun run sekitar 3,5 kilometer,’’ tambah Priyano yang tercatat sebagai atlet pelatnas atletik NPCI.

Cimex menyatakan senang dapat terlibat dalam event tahunan yang ditujukan bagi para penggemar lari secara umum tersebut. Dia mengaku, selama menjalani TC di Solo belum pernah turut lomba triathlon khusus peserta difabel.

‘’Mungkin event triathlon khusus difabel belum ada di Indonesia. Maka try in yang dilakukan untuk atlet pelatnas ya mengikuti ajang yang bersifat umum, seperti di Jepara dan Bali, beberapa waktu lalu,’’ tuturnya.

Empat atlet pelatnas itu akan berlari dalam fun run tersebut. Sementara Cimex dan Salimin akan menggunakan alat bantu kursi roda. Selama ini, keduanya memang menggunakan kursi roda untuk sarana bantu lari dan hand bike atau sepeda tangan pada cabang yang baru kali pertama akan diikuti tim NPCI tersebut.(Setyo Wiyono)

Simak: Lolos Delapan Besar, Vita Solo Tantang Kharisma Bandung

Editor: Budi Sarmun