Akhmad Saidah Berjuang Berenang di Laut

Akhmad-Saidah-Berjuang-Berenang-di-Laut
Akhmad ''Cimex'' Saidah

*Para Triathlon Menuju APG Filipina 2019

BERENANG bukan merupakan hal baru bagi Akhmad Saidah. Lelaki yang telah lama menjadi atlet National Paralympic Committee Indonesias (NPCI) itu, tak asing dengan olahraga air tersebut.

‘’Dulu saya belajar renang di sungai. Di kolam juga tak masalah. Tapi persoalannya, sekarang harus benar-benar berjuang untuk menguasai renang di laut. Sebab, cabang olahraga yang kini saya ikuti, mengharuskannya,’’ kata lelaki yang akrab disapa Cimex tersebut.

Ya, dia saat ini masuk tim pelatnas para triathlon. Cabang yang kali pertama akan diikuti Indonesia pada ASEAN Para Games (APG) Filipina 2019 itu, merupakan rangkaian lomba renang 750 meter, dilanjutkan balap sepeda 20 kilometer dan diakhiri lari lima kilometer. Renang untuk cabang itu, biasa dilakukan di laut.

‘’Kalau untuk lari, bukan problem karena basis saya kan atlet atletik nomor balap kursi roda jarak menengah. Balap sepeda juga tak ada masalah. Nah, untuk renang saya harus terus berjuang agar dapat lebih cepat melaju di air yang berombak,’’ ujar suami Ririn Dwi Asih itu.

Baca: Para Cycling Terus Mantapkan Performa Hadapi APG Filipina

Berbelok

Bapak dari Choirunisssa Balqis Wangsa Putri tersebut telah beberapa kali mengasah kemampuan renang di pantai Jepara. Dia bersama awak tim pelatnas juga turut mengikuti triathlon internasional di Bali, pekan lalu. Hasilnya, tentu tidak naik podium karena ajang itu memang lebih diperuntukkan bagi masyarakat umum, tak khusus kalangan difabel.

‘’Waktu renang di Bali, saya juga masih agak kesulitan karena arahnya masih berbelok. Tapi gak apa-apa, yang penting finis,’’ ujarnya sambil tertawa.

Cimex mengawali karier olahraganya pada 1998. Hijrah dari tanah kelahirannya di Temanggung dan kini tinggal di daerah kampung Karang RT 5 RW 1 Menuran, Baki, Sukoharjo, dia aktif memacu kursi roda balap di bawah asuhan pelatih Abdul Azis.
Latihan kerasnya membuahkan hasil. Pada Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jateng 2009, lelaki kelahiran 8 Agustus 1980 itu menyabet tiga emas sekaligus dari nomor 100 meter, 200 meter dan 400 meter kelas T47. Prestasinya berlanjut pada Kejurnas di Solo, beberapa waktu kemudian. Namun dia kemudian diarahkan menekuni lomba jarak menengah dan jauh.

‘’Ternyata saya bisa meraih tiga emas nomor 800, 1.500 dan 5.000 meter pada Peparnas 2012 di Riau,’’ tuturnya.

Lalu di Peparnas 2016 di Bandung, dia meraih perak 10 ribu meter, serta perunggu 1.500 dan 5.000 meter. ‘’Sekarang saya konsentrasi untuk persiapan ke APG Filipina 2019. Saya bersama, rencananya lebih mengintensifkan latihan renang di laut, selain menambah kecepatan sepeda dan lari,’’ tuturnya.(Setyo Wiyono)

Baca Juga:Awak Pelatnas Para Triathlon Gapai Progres Positif di Bali

Simak:Genggam Tiga Emas, Sembilan Pesilat Jateng Lolos Pra-PON

Editor: Budi Sarmun