Para Triathlon Bakal Asah Renang di Laut Jepara

Para-Triathlon-Asah-Renang-di-Laut-Jepara
TRIATHLON BALI: Awak tim pelatnas para triathlon NPCI di sela-sela persiapan mengikuti lomba triathlon umum di Bali.(suaramerdekasolo.com/dok para triathlon)

*Persiapan Menghadapi APG Filipina

SOLO,suaramerdekasolo.com – Para awak tim pelatnas para triathlon yang selama ini menjalani training camp (TC) di Solo, bakal mengasah kemampuannya di laut. Kawasan perairan pantai Bandengan di Jepara menjadi pilihan guna mematangkan salah satu nomor yang menjadi rangkaian lomba cabang tersebut pada ASEAN Para Games (APG) Filipina 2019 yang digelar Januari 2020 mendatang.

‘’Rencananya akhir November nanti kami akan meningkatkan latihan di laut Bandengan. Selama ini para atlet berlatih di kolam renang,’’ kata pelatih dan koordinator tim para triathlon National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), Joko Sulistyono, Jumat (22/11).

Enam atlet pelatnas bakal mengikuti program latihan tersebut, termasuk dua atlet asal Solo Raya. Mereka adalah Achmad Zein yang masuk klasifikasi disabilitas PTS4, Muchlis Londong (PTS3), Salimin (PTWC1) dan Ahmad ‘’Cimex’’ Saidah (PTWC2). Selain empat atlet putra, juga dua atlet putri yakni Ratifah Apriyanti (PTS3) dan Mistiyah (PTS3). Cimex merupakan warga Klaten, sedangkan Ratifah atlet asal Boyolali.

Baca:Awak Pelatnas Para Triathlon Gapai Progres Positif di Bali

Baca Juga:Uji Coba, Tim Pelatnas Sepak Bola CP Tampil Impresif di Korea

Berbaur

Menurut Joko, kemampuan renang para atlet menunjukkan kemampuan. Namun pengalaman mereka berenang di perairan terbuka masih kurang. Sejauh ini, baru dua kali event yang pernah diikutinya, yakni di Jepara dan kawasan Sanur Bali (10/11). Kedua even tersebut dianggap sebagai try in, meski mereka sebenarnya ikut berbaur dengan peserta triathlon umum. Sebab belum pernah ada ajang triathlon khusus difabel di Tanah Air.

‘’Problem yang masih terlihat terutama bersaing renang di laut. Karena itu, kami merancang latihan khusus di laut guna meningkatkan performa mereka. Kami pilih Jepara, karena suasana dan komunitas triathlon di sana mulai terbentuk,’’ tutur Joko.

Para triathlon merupakan cabang yang baru kali pertama diikuti tim Indonesia pada pesta olahraga disabilitas terbesar se-Asia Tenggara itu. Rangkaian lombanya diawali renang 750 meter, berlanjut balap sepeda 20 kilometer, serta diakhiri lari lima kilometer. Khusus Cimex dan Salimin, di nomor balap sepeda dan lari menggunakan hand bike (sepeda tangan) dan kursi roda.(Setyo Wiyono)

Simak:19 Atlet Genggam Tiket Menuju Paralympic Tokyo 2020

Simak Juga:Pemanjat Pemula Solo Diasah untuk Hadapi Sirkuit

Editor: Budi Sarmun