Sapta Kunta Menikmati Padatnya Kegiatan

Sapta-Kunta-Menikmati-Padatnya-Jadwal
Sapta Kunta Purnama.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

KEGIATAN kian padat kini mengepung Sapta Kunta Purnama. Lebih-lebih setelah pria kelahiran Boyolali, 23 Maret 1968 itu dipercaya menjadi Dekan Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta sejak 10 Mei 2019 lalu.

Tak jarang dia harus terbang ke Jakarta dan berbagai daerah lain di Indonesia secara beruntun pada beberapa hari. ‘’Dalam sepekan lalu saja, saya ada kegiatan di Bangka Belitung, Jakarta, Yogyakarta dan Lombok. Lalu besuk pagi juga harus ke Jakarta lagi. Urusannya macam-macam, ada tugas dinas, pelatihan, hingga jagong manten,’’ kata dia, di sela-sela bermain tenis di kampus FKor kawasan Manahan, Selasa (26/11).

Memang, banyak peran yang kini diampu Kunta. Tidak hanya urusan mengajar dan memimpin biduk FKor. Dia juga menjadi menjadi Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan di National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), otorita yang membidangi olahraga disabilitas Tanah Air. Tentu saja, saat ini suami Indriyani tersebut juga turut mempersiapkan kontingen NPCI yang akan bersaing pada ASEAN Para Games di Filipina, Januari mendatang.

Risiko Tugas

Apa tidak lelah, harus mondar-mandir ke berbagai daerah? ‘’Ya, memang risiko tugas. Maka saya nikmati saja berbagai kegiatan yang seringkali jadwalnya sangat padat itu,’’ tuturnya sambil tersenyum.

Warga kompleks Perum Dosen UNS Griyan Baru 138 Baturan itu pun menduduki jabatan di bidang penelitian dan pengembangan (litbang) Pengprov Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jateng, serta mengampu bidang Pendidikan dan Penataran (Diktar) KONI Jateng.

Tak hanya itu. Doktor olahraga alumnus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tahun 2012 tersebut juga sering wira-wiri ke Jakarta dalam urusan di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). ‘’Saya masih diminta menjadi tim teknis di Kemenpora, terutama dalam kaitan program pengembangan dan pencapaian prestasi olahraga,’’ tuturnya.

Lalu, apakah tidak diprotes anggota keluarganya termasuk anaknya, Dwipa Indra Atmaja dan Almahdi Dwita Purnama, karena jarang di rumah? ‘’Alhamdulillah, anak-anak sangat memahami berbagai kesibukan saja. Tapi saat ada sedikit waktu longgar, ya saya manfaatkan untuk bersama keluarga,’’ kata Kunta.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun