Panahan Klaten Berduka, Pelatih Sigit HS Wafat

panahan-klaten-berduka1

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Keluarga besar Perpani Klaten sedang berduka. Salah satu pelatih panahan terbaik di Jawa Tengah, Sigit HS meninggal dunia di usia 62 tahun, Selasa (26/11) pukul 22.00 WIB. Almarhum yang masih aktif sebagai pengurus KONI Klaten itu dikenal sebagai pribadi yang ramah dan selalu bersemangat memajukan panahan.

Tak sedikit atlet binaannya yang berhasil meraih prestasi baik di Porprov atau pun PON, bahkan mengikui berbagai kejuaraan bertaraf internasional. Kecintaannya pada cabang panahan memang tak diragukan lagi. Dua jam sebelum kepergiannya untuk selamanya, dia masih sempat rapat di rumah Ketua Perpani Juwanto di Pedan.

Baca : Viral !!! Sabina Altynbekova, Joget K-Pop Bikin Jantung Netizen Berdegub

‘’Senin malam masih ke rumah Pak Juwanto, terus katanya merasa tak enak badan dan pulang sekitar jam 21.00 WIB. Sempat duduk di depan dan masih nonton TV, tiba-tiba pingsan. Sempat dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Jatinom, tapi sudah tak tertolong,’’ kata Esti Setyaningsih, atlet panahan yang juga tetangganya.
Dia mata para atlet, Sigit HS merupakan pelatih yang sabar dan telaten dalam mengasah talenta atlet muda, tidak suka marah-marah dan sering memberi nasihat bagi kemajuan prestasi atlet.

panahan-klaten-berduka2

‘’Pak Sigit adalah Bapak Pelatih yang paling sabar,’’ ujar Esti di rumah duka, Rabu (27/11).

Kepergiaan Sigit HS yang juga pensiuanan Penilik Sekolah Kecamatan Jatinom itu merupakan kehilangan bagi keluarga besar Perpani Klaten dan KONI Kabupaten Klaten serta rekannya di jajaran pendidikan. Mereka berdatangan ke rumah duka untuk mengucapkan bela sungkawa.

Baca : Para Triathlon Bakal Asah Renang di Laut Jepara

‘’Kami semua merasa kehilangan, Almarhum merupakan sosok yang cinta dan banyak mengabdikan waktu dan tenaganya untuk olahraga, khususnya panahan,’’ kata Dewan Kehormatan KONI Klaten, Otto Saksono.

Almarhum meninggalkan istri Sri Warningsih dan 3 putra Toni Hepiyanto, Risang Yanuar Sapto Argo dan Davina Ayu Aksarini. Jenasah dimakamkan di Sasonoloyo Dukuh Bonyokan, Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom, Rabu (27/11).(Merawati Sunantri)

Baca : Sapta Kunta Menikmati Padatnya Kegiatan

Editor : Budi Sarmun