Mental Bertarung Adi Joko dkk Kian Mengapung

Mental-Bertarung-Sepak-Bola-CP-Mengapung
KUASAI BOLA: Pemain pelatnas sepak bola CP asal Solo, Adi Joko menguasai bola dibayangi dua pemain lain dalam latihan di lapangan Baturan, Colomadu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Tim Sepak Bola CP Usai Melawat ke Korea

SOLO,suaramerdekasolo.com – Mental bertarung Adi Joko Saputra dkk kian mengapung, setelah tim pelatnas sepak bola celebral palsy (CP) memenangi dua laga uji coba saat melawat ke Korea, selama sekitar sepekan. Pelatih Anshar Ahmad menyebut, situasi psikologis awak timnya itu menjadi bagian modal bagus guna menghadapi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2019 yang akan digelar pada Januari 2020.

‘’Jelas mental bertanding anak-anak meningkat, karena bisa menundukkan timnas sepak bola CP Korea. Uji coba itu membuat mereka lebih percaya diri menghadapi APG Filipina mendatang,’’ kata Anshar yang dipercaya melatih pelatnas sepak bola CP National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), setiba di Solo, Rabu (27/11).

Tim pelatnas tersebut menjalani training camp (TC) di Kota Bengawan, sejak Mei lalu. Skuad yang diperkuat tiga pemain dari eks Karesidenan Surakarta itu, Adi Joko (Solo), Timin (Wonogiri) dan Sugiatno (Sragen), dua kali berlatih tanding selama melawat ke Incheon, Korea. Asisten pelatih Afif Bayu dan personel pendukung Pomo Warih Adi, turut mendampingi.

Baca:Panahan Klaten Berduka, Pelatih Sigit HS Wafat

Baca Juga:Tiga Pebola Voli Vita Solo Menuju ke Proliga 2020

Evaluasi

Pada laga pertama, tim pelatnas unggul telak 7-3 atas timnas Korea di Natural Stadium Incheon dalam pertandingan bersistem ‘’7 a side football’’, Jumat (22/11). Sehari berikutnya, Sabtu (23/11), Yahya Hernanda cs lebih menggila dengan mencetak selusin gol tanpa balas ke gawang tim sepak bola CP setempat, Gyeonggi-do.

Anshar menyebut, kekompakan dan kemampuan fisik Amin Rosyid dkk tersebut cukup bagus, sehingga harus terus dipertahankan. Kendati demikian, mantan pemain Arseto Solo itu mengaku masih ada beberapa hal yang menjadi catatan pembenahan.

‘’Evaluasi yang harus dilakukan saat pembenahan nanti, terutama pada cara bertahan tim saat menerima tekanan. Di sisi lain, posisi pemain belakang juga kurang naik ketika tim sedang menyerang,’’ tutur dia.

Rencananya, tim yang beranggotakan 13 pemain tersebut dijadwalkan kembali merumput, Kamis (28/11) sore. Para pemain difabel itu bakal kembali mengasah kemampuan olah bola dalam latihan rutin di lapangan Baturan, Colomadu.(Setyo Wiyono)

Simak:‘’Merapel’’ Latihan, Rawan Cedera Bagi Atlet

Simak Juga:Empat Pesilat Jateng Raih Medali Emas Popnas

Editor: Budi Sarmun