Atlet Gantolle Tetap Asah Performa Usai Pra-PON

Gantolle-tetap-asah-performa-usai-Pra-PON
LEPAS START: Atlet gantole Karanganyar, Susetyoko ‘’Stike’’ lepas start pada latihan di Bukit Joglo kawasan Waduk Gajahmungkur Wonogiri.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Atlet Solo Raya Latihan Bersama di Wonogiri

SOLO,suaramerdekasolo.com – Atlet-atlet gantolle Jateng dari wilayah Solo Raya tetap mengasah performa terbang mereka, meski Pra-PON di Bandung, Oktober lalu. Mereka tidak ingin kemampuannya merosot, meski pesta olahraga terbesar nasional baru diselenggarakan di Papua, pertengahan 2020 mendatang.

‘’Tentu kami tidak ingin performa menurun. Kalau bisa justru terus ditingkatkan guna menghadapi PON mendatang,’’ kata atlet gantolle Karanganyar, Susetyoko ‘’Stik’’, Senin (2/12).

Pria yang juga Ketua Pengpro Gantolle Jateng tersebut mengungkapkan, latihan bersama sering dilakukan sejumlah atlet di lingkup eks-Karesidenan Surakarta. Terakhir, dirinya bersama atlet lain Karanganyar, Supardi, atlet Solo Sulis Widodo dan atlet Klaten Isah Irianto, menempa diri dalam pematangan penguasaan terbang di Bukit Joglo, kawasan waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Sabtu-Minggu (29-30/11).

‘’Latihan itu sekaligus menjalankan program desentralisasi secara bertahap, serta rentang waktunya lumayan panjang. Insya Allah setiap Sabtu-Minggu, kami terus melakukan latihan bersama di Wonogiri,’’ ungkap Stik.

Baca: Atlet Gantolle Solo Raya Meraih Tiket Menuju Ke Papua 2020

Baca Juga:Catatan Waktu Perenang Pelatnas NPCI Kian Bagus

Dua Sortie

Kebetulan cuaca saat latihan tersebut cukup bersahabat. Masing-masing bisa melakukan latihan terbang dua kali lepas landas, atau sering diistilahkan dua sortie. Sortie pertama difokuskan untuk mengasah ketajaman akurasi pendaratan atau bisa disebut nomor spot landing.

Sedangkan sortie kedua dimanfaatkan guna mengasah kemampuan nomor lintas alam atau cross country (XC) terbatas, dilanjutkan dengan akurasi pendaratan. ‘’Kebetulan hari Minggu lalu awan cukup tinggi, sehingga kami lebih leluasa terbang ke atas serta jarak jangkau relatif luas,’’ tutur Stik.

Salah satu cabang olahraga dirgantara tersebut memang tergantung pada kondisi cuaca. Jika arah dan hembusan angin tidak memenuhi persyaratan, mereka memilih tidak terbang, ketimbang berisiko terhadap keselamatan. Demikian juga jika ada awan rendah, lebih-lebih awan hitam pekat (cumulus nimbus).

‘’Kalau kecenderungan cuaca di Wonogiri nanti sudah tidak bagus, kami punya alternatif geser lokasi ke pantai Parangtritis Bantul atau pindah sementara di bandara Cepu. Yang penting, sepanjang memungkinkan, latihan akan terus berjalan,’’ ujar Stik.(SEtyo Wiyono)

Simak:Rancang Wall, FPTI Kabupaten Semarang Berkunjung ke Solo

Editor:Budi Sarmun