Meski Tak Digelar di PON, Pembalap Solo Tetap Fokus Berlatih

Meski-Tak-Digelar-di-PON-Pembalap-Solo-Tetap-Berlatih
BERLATIH: Pembalap putri Solo, Annisa Destein Cindy Qiawati (tengah) berlatih bersama sejumlah atlet lain di jalur rolling wilayah Karanganyar.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*PON 2020 Tak Menggelar Balap Sepeda

SOLO, suaramerdekasolo.com – Tidak dilombakannya balap sepeda pada PON Papua 2020 menimbulkan kekecewaan kalangan pengurus dan para atlet cabang adu kebut itu, termasuk Annisa Destein Cindy Qiawati. Kendati demikian, pembalap yang telah turut berjuang bersama tim Jateng pada Pra-PON di Lubuk Linggau, Juli lalu tersebut, tetap menempa diri.

‘’Sebenarnya sayang, kalau balap sepeda tidak digelar di PON. Apalagi perebutan tiket menuju Papua telah dilakukan melalui Pra-PON. Tapi Cindy tetap berlatih rutin bersama atlet-atlet lain, agar performanya tidak merosot,’’ kata pelatih Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Surakarta, Agus Sadiyanto, Selasa (3/12).

Latihan rutin biasa dilakukan para pembalap Kota Bengawan di jalur rolling maupun tanjakan ke arah lereng Gunung Lawu dan Gunung Merapi. Mereka juga sering berlatih bersama atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Balap Sepeda Jateng yang bermarkas di kawasan Punggawan, Solo.

‘’Kalau tetap berlatih rutin, maka anak-anak bisa selalu siap jika sewaktu-waktu diterjunkan dalam sebuah lomba,’’ tambah Ketua Harian Pengkot ISSI Surakarta, Supardi.

Baca:Pembalap PPLOP Jateng Raih Podium Dua Individual Road Race

Baca Juga:Atlet Gantolle Tetap Asah Performa Usai Pra-PON

Peringkat Sepuluh

Cindy berpeluang mengantongi tiket menuju PON, setelah menempati peringkat sepuluh nomor individual time trial (ITT) pada Pra-PON. Tetapi rekannya sesama pembalap Solo, Shindu Ardianto belum mampu menyodok ke peringkat atas di ajang tersebut.

Sementara atlet Boyolali, Terry Yudha juga memiliki kans besar, karena berada di peringkat tujuh individual time trial (ITT) di arena prakualifikasi menuju pesta olahraga terbesar nasional 2020 itu. Namun Pengprov ISSI Jateng belum mengumumkan nama-nama atlet yang masuk pelatda balap sepeda, hingga ada keputusan dari Panitia Besar (PB) PON bahwa cabang itu tidak dilombakan di Papua mendatang.

‘’Ada informasi, DPR RI mengundang Ketua Umum KONI Pusat, PB ISSI, serta beberapa PB cabang lain dalam rapat dengar pendapat di DPR, Selasa (3/12) ini. Sepertinya membahas kejuaraan untuk cabang-cabang yang dibatalkan di PON. Tapi saya belum tahu hasilnya,’’ tutur Agus.(Setyo Wiyono)

Simak: Karateka Lemkari Panaskan Pertarungan di Banjarnegara

Simak Juga:Rancang Wall, FPTI Kabupaten Semarang Berkunjung ke Solo

Editor: Budi Sarmun