Strategi Bertanding Sepak Bola CP Bakal Dijajal

Strategi-bertanding-sepak-bola-cp-bakal-dijajal
BEREBUT BOLA: Sejumlah pemain tim pelatnas sepak bola celebral palsy (CP) berebut bola pada latihan di lapangan Baturan, Colomadu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Amin Rosyid Dkk Segera Kembali Diuji

SOLO,suaramerdekasolo.com – Strategi bertanding tim pelatnas sepak bola celebral palsy (CP) proyeksi ASEAN Para Games (APG) Filipina yang menjalani training camp (TC) di Solo, bakal dijajal lagi. Pelatih Anshar Ahmad menyebut pekan depan akan mengagendakan laga uji coba untuk menguji kembali kemampuan Amin Rosyid dkk dalam menerapkan strategi duel tersebut.

‘’Kan perlu ada evaluasi mengenai penerapan strategi bertanding. Nah, setelah dimatangkan dalam latihan rutin, pola bermain mereka akan dijajal dalam uji coba, untuk dicermati lagi kekurangannya,’’ kata Anshar, Jumat (6/12).

Mantan pemain Arseto Solo tersebut mengaku belum memutuskan tim mana yang akan diajak sebagai rival sparring partner. Biasanya, tim sekolah sepak bola (SSB) berusia 14-15 tahun menjadi lawan tim CP National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) tersebut. Sebab para pemain CP banyak yang mengalami gangguan koordinasi dan kontrol tubuh, serta kekakuan gerak, akibat kekejangan otot.

‘’Sepulang dari Korea, anak-anak lebih fokus pada pemantapan taktik dan strategi bertanding, serta menjaga kekompakan dan fisik menjelang kompetisi APG, pertengahan Januari nanti,’’ jelas Anshar.

Baca:Atlet Gantolle Tetap Asah Performa Usai Pra-PON

Terpacu

Pelatnas sepak bola CP melakoni dua partai latih tanding di Korea, November lalu. Pada laga pertama, Yahya Hernanda cs menang telak 7-3 atas timnas sepak bola CP Korea di Natural Stadium Incheon dalam pertandingan bersistem ‘’7 a side football’’. Lalu pada pertandingan kedua, pasukan Anshar unggul dengan selusin gol tanpa balas ke gawang tim sepak bola CP setempat, Gyeonggi-do.

Baca Juga:Laga Latih Tanding, Pelatnas Voli Duduk Bakal Melawat ke Bandung

Tim pelatnas tersebut diperkuat tiga pemain dari eks Karesidenan Surakarta yakni, Adi Joko (Solo), Timin (Wonogiri) dan Sugiatno (Sragen). Menurut Anshar yang dibantu asisten pelatih Afif Bayu dan personel pendukung Pomo Warih Adi, awak timnya sangat terpacu untuk bermain maksimal dalam pertandingan di Incheon.

‘’Pemanfaatan lebar lapangan dapat dilakukan secara baik oleh anak-anak. Lalu bola-bola umpan terobosan ke depan gawang juga dapat dimaksimalkan. Maka sepulang dari Korea, mental bertandingnya semakin mengapung,’’ tutur sang arsitek tim.(Setyo Wiyono)

Simak:Mental Bertarung Adi Joko dkk Kian Mengapung

Editor: Budi Sarmun