Evi Tiarani Peroleh Hadiah Tanah dari Pemkab Boyolali

Karisma Evi Geser Fokus ke APG Filipina dan Paralympic Tokyo
BANGGA: Sprinter NPCI asal Boyolali, Karisma Evi Tiarani bangga menunjukkan medali emas dan penghargaan yang diraihnya pada World Pra Athletics Dubai 2019 di Uni Emirat Arab, Jumat (15/11).(suaramerdekasolo.com/dok Pelatnas NPCI)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Keberhasilan Karisma Evi Tiarani memecahkan rekor dunia dalam kejuaraan World Para Athletics Championships 2019, di Dubai, Uni Emirat Arab beberapa waktu lalu mendapat apresiasi Pemkab Boyolali.

Bahkan, Pemkab pun memberikan hadiah sebidang tanah di wilayah Kecamatan Simo. Menurut Bupati Seno Samodro, tanah tersebut harganya sekitar Rp 50 juta- Rp 80 juta. Rencananya, di atas tanah itu akan dibangun sebuah rumah.

“Nanti yang membangun rumah adalah Kementerian PU. Kami masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian PU di Jakarta,” ujar Bupati usai penyerahan hadiah, Senin (9/12) malam.

Baca : UNS Kini Miliki Senam Khusus, Namanya Senam Semar

Diakui, prestasi yang diraih Karisma Evi Tiarani mampu mengharumkan nama Boyolali, bahkan seluruh Indonesia. Hal itu sekaligus juga menjadi cambuk bagi atlet difabel lainnya untuk berprestasi maksimal.

Hadiah tersebut disambut gembira Karisma Evi Tiarani. Atlet difabel asal Desa Talakbroto, Kecamatan Simo ini mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. “Kalau tanah itu, ya untuk tabungan dulu.”

Ditanya tentang ajang kejuaraan terdekat yang bakal diikuti, dia mengaku bakal terjun pada Asean Paragames pada Januari 2020. “Ini sedang persiapan Asean Paragames, mudah- mudahan nanti dapat medali emas lagi.”  

Baca : Pelatih Dituntut Memahami Kondisi Atletnya

Evi, sapaan akrabnya, memecahkan rekor dunia dalam kejuaraan World Para Athletics Championships 2019, di Dubai, Uni Emirat Arab. Gadis kelahiran Boyolali ini, mengharumkan nama bangsa karena berhasil memecahkan rekor dunia di nomor 100 meter putri dengan catatan waktu 14,72 detik pada Rabu (13/11). (Joko Murdowo)

Baca : ‘’Merapel’’ Latihan, Rawan Cedera Bagi Atlet

Editor : Budi Sarmun