Catur Memburu Sepuluh Emas di Filipina

pecatur-pelatnas-npci
BERLATIH: Sejumlah pecatur pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) berlatih di Hotel Sahid Kusuma Solo, Kamis (12/12). (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

Persiapan di Solo Capai 90 Persen

SOLO,suaramerdekasolo.com – Tim catur pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) memburu sepuluh medali emas pada ASEAN Para Games (APG) di Filipina yang akan digelar pada Januari 2020. Bidikan simbol-simbol juara tersebut akan diburu dari kategori catur standar dan cepat.

“Kalkulasi kami, medali-medali emas itu bisa diraih dari atlet-atlet klasifikasi tuan daksa putri dan kelas low vision (pengelihatan terbatas-red) putra. Namun tidak menutup kemungkinan, pecatur klasifikasi lain juga mampu meraih gelar juara,’’ kata pelatih kepala tim pelatnas catur NPCI, Tedy Wiharto, Kamis (12/12).

Pecatur putri kawakan, Nasip Farta Simanja tetap menjadi salah satu andalan dalam mewujudkan target tersebut. Selain turun di arena perorangan, Farta juga diandalkan menyabet emas di nomor beregu catur standar dan cepat. Dia diplot turun bersama Roslinda Manurung dan Yuni di nomor beregu.

‘’Saya akan berusaha untuk meraih medali emas pada APG Filipina nanti, namun tentu semua Tuhan yang menentukan. Yang jelas, saya akan tampil sebaik-baiknya,’’ tutur Farta.

Enam Belas Pecatur

Sementara itu pada kelompok low vision putra, tim pelatnas diperkuat Gayuh Satrio sebagai salah satu andalannya. Gayuh diharapkan merebut medali emas di nomor perorangan dan beregu dalam kategori catur standar dan cepat.

Tedy menyebut, Gayuh ditargetkan meraih gelar juara catur cepat perorangan. ‘’Namun dia bersama atlet lain Adji Hartono dan Zulkifli Umar juga diperhitungkan menjadi juara di arena beregu catur cepat dan standar,’’ jelas dia.

Total 16 pecatur digembleng dalam pelatnas yang menjalani training camp (TC) di Solo, sejak Mei lalu. Mereka akan bertanding di seluruh kategori, yakni catur standar, cepat dan kilat.

‘’Khusus catur kilat, saya tak berani memasang target karena baru digelar di APG Filipina. Jadi peta persaingannya belum tahu. Persiapan selama latihan di Solo sampai saat ini, rata-rata sudah mencapai sekitar 90 persen,’’ ungkap Tedy.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun