Para Triathlon Geber Simulasi Dua Kali Sepekan Jelang APG

Para-triathlon-geber-simulasi-jelang-APG
PACU HAND BIKE: Salah seorang atlet pelatnas para triathlon NPCI, Salimin memacu hand bike (sepeda tangan) di Jalan Ahmad Yani Solo, saat menjalani simulasi lomba.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Jelang ASEAN Para Games di Filipina

SOLO,suaramerdekasolo.comPelatnas para triathlon menggeber simulasi bagi para atletnya, mulai Desember ini. Renang 750 meter, balap sepeda 20 kilometer dan lari lima kilometer menjadi rangkaian porsi latihan bagi Achmad ‘’Cimex’’ Saidah dkk, dua kali sepekan.

‘’Simulasi bagi anak-anak dimulai sejak bulan ini. Memang sekarang telah memasuki fase prakompetisi menjelang ASEAN Para Games (APG) Filipina, Januari 2020. Sehingga mereka harus membiasakan diri menjalani rangkaian lomba dalam satu sesi latihan,’’ kata pelatih sekaligus koordinator tim pelatnas para triathlon National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), Joko Sulistyo, Jumat (13/12).

Enam atlet dijadwalkan menjalani simulasi tersebut setiap Selasa dan Jumat pagi. Mereka mengawali simulasi di kolam renang Tirtomoyo Manahan, sepanjang 750 meter. Setelah itu, para atlet langsung melanjutkan latihan menggenjot sepeda sepanjang 20 kilometer melalui jalur yang telah ditentukan. Kembali ke kawasan Manahan, mereka kemudian melanjutkan program peningkatan performa dengan lari sepanjang lima kilometer, memutari kompleks Stadion Manahan.

Baca:Para Triathlon Bakal Asah Renang di Laut Jepara

Cabang Baru

Enam atlet pelatnas digembleng dalam training camp (TC) di Solo, sejak Mei lalu. Dua orang di antaranya dari wilayah eks Karesidenan Surakarta, yakni Achmad Saidah kelahiran Klaten yang masuk klasifikasi disabilitas PTWC2 dan atlet Boyolali, Ratifah (PTS3). Empat atlet lainnya adalah Ahmad Zein dengan klasifikasi PTS4, Muchlis Londong (PTS3), Salimin (PTWC1) dan Mistiyah (PTS3).

‘’Tapi Jumat (13/12) ini, Zein tidak ikut simulasi karena sakit, dan Cimex recovery setelah jatuh dari hand bike saat latihan sepekan lalu,’’ tutur Joko Sulistyo.

Pelatih lain, Satrio Sakti Rumpoko mengungkapkan, para triathlon merupakan cabang yang baru kali pertama dilombakan pada pesta olahraga disabilitas terbesar se-Asia Tenggara nanti. Karena itu, pihaknya belum mengetahui kekuatan tim-tim negara lain dalam memetakan persaingan.

‘’Kemungkinan tuan rumah Filipina memiliki atlet-atlet tangguh di arena triathlon. Sebab pada APG yang sudah terlewati, belum pernah ada cabang tersebut. Tapi tak masalah, karena seluruh kontingen peserta tidak mengetahui masing-masing kekuatan lawan,’’ ujarnya.(Setyo Wiyono)

Simak: Catur Memburu Sepuluh Emas di Filipina

Simak Juga: 74 Atlet NPCI Jateng Bakal Perkuat Tim Indonesia

Editor: Budi Sarmun