Tim Balap Sepeda Solo Disiapkan untuk Hadapi 2020

Tim-balap-sepeda-Solo-Disiapkan-untuk-Agenda-2002
MEMACU SEPEDA: Sejumlah pembalap Solo bersama altet PPLOP Balap Sepeda Jateng memacu sepedanya dalam latihan rutin di kawasan Jumapolo, Karanganyar.(suaramerdekasolo.com)

*Tetap Jalani Latihan Rutin

SOLO,suaramerdekasolo.com – Para atlet balap sepeda Solo disiapkan untuk menghadapi berbagai agenda 2020. Mereka yang sebagian besar merupakan atlet-atlet remaja, tetap digembleng jajaran pelatih tim Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Surakarta dalam latihan rutin.

‘’Kami belum mendapat informasi dari Pengprov maupun Pengurus Besar (PB) ISSI mengenai jadwal lomba secara detail. Namun kemungkinan ada kejurnas pada Februari atau Maret nanti. Kalau tidak salah di Tegal,’’ kata Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) ISSI Surakarta, Agus Sadiyanto, Senin (16/12).

Meski belum ada jadwal pasti lomba, namun pihaknya tetap mengasah kemampuan para atlet Kota Bengawan. Pembalap muda seperti Shindu Ardiyanto dan Annisa Destein Cindy Qiawati terus diberi program-program latihan, termasuk menempa diri di jalan raya. Tak jarang, mereka berlatih bersama awak tim Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga (PPLOP) Balap Sepeda Jateng yang bermarkas di kawasan Punggawan, Solo.

Baca:Meski Tak Digelar di PON, Pembalap Solo Tetap Fokus Berlatih

Baca Juga: Rivalitas dengan Thailand Menjadi Perhitungan

Jalur Tanjakan

Penjagaan performa menjadi hal yang sangat diperhatikan dalam latihan. Sebab jika para pembalap yang masih duduk di bangku SMA tersebut berhenti berlatih, apalagi hingga lebih dari sepuluh hari, maka kemampuan mereka dipastikan merosot drastis.
‘’Yang pasti harus tetap rutin latihan, sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan untuk lomba, mereka tetap siap bertarung,’’ tutur Agus yang juga pelatih PPLOP Balap Sepeda Jateng.

Terakhir, Sabtu (14/12) lalu, para pembalap Solo dan atlet-atlet PPLOP Jateng dilibatkan dalam mengawal lomba nonprestasi dari Solo menuju arah Cemara Kandang di lereng Gunung Lawu. Mereka diposisikan sebagai road captain pada lomba tersebut.

Selama ini para atlet Kota Bengawan biasa menjalani latihan di jalur-jalur tanjakan, seperti di rute lereng Gunung Lawu yang masuk wilayah Karanganyar dan lereng Merapi di kawasan Boyolali. Mereka sering ditempa pada rute panjang dalam jalur rolling, di antaranya memutari Waduk Gajahmungkur Wonogiri atau Solo-Prambanan-Piyungan-Wonosari-lalu balik melewati wilayah Wonogiri ke Solo.(Setyo Wiyono)

Simak:1.371 Pelajar Akan Berlaga di Kejuaraan Nasional Silat Perisai Diri Pelajar Ke-V

Simak:Dites, Progres Awak Atletik Capai 90 Persen

Editor:Budi Sarmun