Semangat 45 Perenang Dipacu untuk Buru Medali

pelatnas-renang-npci
MEMACU LAJU: Sejumlah perenang memacu lajunya dalam latihan rutin pelatnas NPCI di kolam renang Grup II Kopassus Kandangmenjangan Kartasura, pekan lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Jelang ASEAN Para Games Filipina

SOLO,suaramerdekasolo.com – Empat puluh lima perenang dipacu untuk memburu medali pada ASEAN Para Games (APG) Filipina yang akan digelar pada Januari 2020. Mereka yang ditempa dalam training camp (TC) di Solo sejak Mei lalu itu ditargetkan memenuhi bidikan 35 medali emas.

‘’Rata-rata atlet sudah siap bersaing. Catatan waktunya sudah mendekati rekornya masing-masing. Kini harus terus meningkatkan semangat mereka untuk memburu medali emas,’’ kata pelatih pelatnas renang National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), Dimin, Selasa (17/12).

Para awak pelatnas yang menjalani latihan rutin di kolam renang Grup II Kopassus Kandangmenjangan Kartasura itu, terdiri atas 30 atlet putra dan 15 putri. Tujuh di antara mereka merupakan para perenang dari lingkup NPCI Jateng, termasuk tiga atlet Solo. Ketiga perenang yang tercatat sebagai atlet NPCI Surakarta itu adalah Fajar Nur Hadianto, Erika ‘’Kaka’’ Kurniasari dan Shobari Shodikin.

‘’Tentu kami berharap para atlet tersebut mampu tampil maksimal dan menyumbang medali bagi kontingen Indonesia dari arena APG Filipina mendatang,’’ ujar Sekretaris NPCI Jateng, Priyano.

Andalan

Dimin menambahkan, sejumlah atlet menjadi andalan untuk perburuan emas pada pesta olahraga disabilitas terbesar se-Asia Tenggara tersebut. Para perenang tersebut antara lain empat atlet yang masuk dalam track menuju Paralympic Games Tokyo 2020.

Keempatnya adalah Syuci Indriani yang masuk klasifikasi disabilitas S14, Zaki Zulkarnain (S8), Jendi Pangabean (S9), serta Muhammad Bejita (S14). ‘’Kalau keempat orang itu memang ditargetkan menghasilkan emas. Namun perenang-perenang lain juga tetap diandalkan guna merealisasikan target 35 medali emas nanti,’’ tutur Dimin.

Pria yang sudah puluhan tahun menjadi pelatih renang tersebut menambahkan, secara umum progres peningkatan performa para atlet pelatnas tersebut rata-rata mencapai sekitar 90-95 persen. ‘’Sekarang butuh peningkatan motivasi terus-menerus bagi mereka untuk memenangi setiap persaingan,’’ tandasnya.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun