1.371 Pelajar Berlaga di Kejurnas Perisai Diri Ke-V

kejurnas-silat-perisai-diri1
ATRAKSI : Atraksi silat dipertunjukkan dalam pembukaan Kejuaraan Nasional Silat Perisai Diri Pelajar Ke-V Tahun 2019 di GOR Sritex Arena Solo, Rabu (18/12) malam. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)


SOLO, suaramerdekasolo.com. Kejuaraan Nasional Silat Perisai Diri Pelajar Ke-V Tahun 2019 yang digelar di GOR Sritex Arena Solo, resmi dibuka.
Secara simbolis, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membuka kejuaraan tersebut dengan melepas keris dari sarungnya, di hadapan 1.371 pesilat dari 400 sekolah se-Indonesia, Rabu (18/12) malam. Hadir pula beberapa pesilat dari Timor Leste untuk berlaga di kejuaraan tersebut.
Selanjutnya, mereka akan berlaga selama empat hari hingga 22 Desember mendatang, untuk memperebutkan Piala Sultan Hamengku Buwono X.
Beberapa nomor yang dipertandingkan antara lain nomor Versi IPSI Tunggal dan Tanding, Solo Spell, Serang Hindar, Kerapian Teknik Tangan Kosong dan Senjata, serta Berpasangan Tangan Kosong.

kejurnas-silat-perisai-diri2
18lsilatslo2 ora-h44 WARISAN BUDAYA : Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membuka Kejuaraan Nasional Silat Perisai Diri Pelajar Ke-V Tahun 2019 di GOR Sritex Arena Solo, Rabu (18/12) malam. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

Dalam sambutannya, Gubernur menyatakan, bahwa pencak silat tidak hanya sekadar warisan budaya, tapi juga prestasi, simbol perdamaian dan penjagaan diri.
“Dan hari ini, Perisai Diri sedang melakukan kaderisasi atlet pada anak-anak hebat dari seluruh Indonesia dan Timor Leste. Bertandinglah yang sportif. Yang kalah jangan marah dan tersungkur. Yang menang jangan sombong,” tandasnya.


Wakil Ketua PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Muhammad Taufik mengapresiasi peran Perisai Diri, yang gigih mengembangkan pencak silat di dalam dan luar negeri.
“Banyak negara yang pencak silatnya dimotori Perisai Diri. Di Jepang, Amerika dan beberapa negara Eropa. Semoga ini mampu memenuhi harapan bahwa pencak silat nantinya menjadi cabang olahraga resmi yang dipertandingkan di Olimpiade,” tuturnya.
Ketua Panitia Kejurnas Heru Tetuko menjelaskan, peserta Kejurnas terdiri dari 302 pesilat tingkat usia dini (SD), 461 pesilat tingkat pra remaja (SMP) dan 608 pesilat tingkat remaja (SMA).
“Kami berharap dari kejurnas ini lahir bibit baru pesilat andal yang akan mengharumkan Indonesia di kancah internasional. Mengikuti jejak kakak-kakaknya yang telah mengharumkan nama bangsa di event SEA Games, Asian Games dan Kejuaraan Dunia Pencak Silat,” katanya. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun