Sepak Bola CP Bertekad Genggam Kembali Juara

latihan-sepak-bola-cp
LATIHAN PENJAGAAN: Sejumlah pemain sepak tim pelatnas bola celebral palsy (CP) mematangkan latihan penjagaan lawan di lapangan Baturan, Colomadu, pekan lalu. (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Keyakinan tinggi melingkupi tim pelatnas sepak bola celebral palsy (CP) yang sejak Mei lalu melakoni training camp (TC) di Solo. Para awak tim National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) itu bertekad kembali menggenggam gelar juara pada ASEAN Para Games (APG) di Filipina, Januari 2020 mendatang.
Latihan rutin tim racikan pelatih Anshar Ahmad di lapangan Baturan, Colomadu, hingga Rabu (18/12) juga membuat permainan mereka lebih matang. ‘’Pelatnas yang cukup lama membuat kami semakin kompak. Fisik sudah oke, kerja sama tim juga makin baik. Jadi kami yakin bisa kembali meraih juara seperti pada APG Malaysia 2017,’’ kata salah seorang pemain belakang tim sepak bola CP asal Solo, Adi Joko Saputra.
Selain Adi, dua pemain lain dari wilayah eks-Karesidenan Surakarta juga memperkuat skuad tersebut. Keduanya adalah pemain sayap Timin dari Wonogiri dan Sugiyanto dari Sragen. Ketiganya bersama sepuluh pemain lain dari berbagai daerah di Tanah Air terus diasah guna memenangi rangkaian pertandingan dengan sistem ‘’7 a side football’’ mendatang.

Kerja Keras

Kapten tim pelatnas sepak bola CP Yahya Hernanda juga menyatakan siap menunjukkan permainan terbaik pada pesta olahraga disabilitas se-Asia Tenggara di Filipina mendatang. Kendati demikian, dia mengatakan butuh kerja keras seluruh awak tim guna mewujudkan perburuan medali emas.
Pemain tengah tersebut menyebut tim Thailand sebagai rival yang patut diwaspadai. Sejauh ini, tim Negeri Gajah Putih itu menjadi lawan yang paling berat bagi skuad Merah-Putih, baik di arena APG maupun turnamen yang pernah digelar di Singapura.
‘’Hingga terakhir kami bertanding, kemampuan Indonesia masih lebih baik dari Thailand. Tetapi kami harus tetap waspada, siapa tahu nanti tiba-tiba ada pemain baru muncul dalam tim mereka,’’ kata Yahya.
Pelatih Anshar Ahmad dibantu asisten pelatih Afif Bayu mengakui, Thailand memang menjadi lawan paling berat, selama dirinya menangani tim pelatnas APG. ‘’Tapi permainan anak-anak juga semakin baik sepanjang TC di Solo. Jadi harus yakin untuk memenangi pertarungan mendatang,’’ tandas mantan pemain Arseto Solo itu.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun