Stadion Kebo Giro Boyolali Dibangun Berstandar FIFA

stadion-kebo-giro
HALUSKAN DINDING: Pekerja menghaluskan bagian dinding tribune penonton Stadion Kebo Giro, Boyolali. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Upaya Pemkab Boyolali promosi kepariwisataan dari sektor olahraga terus digalakkan. Hal itu diwujudkan melalui pembangunan Stadion Kebo Giro yang masih dalam tahap penyelesaian.

Menurut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Boyolali, Susilo Hartono, pembangunan Stadion Kebo Giro tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 22 miliar.

Baca : Koni Brebes Saling Tukar Pengalaman Ke Koni Klaten

Baca : Evi Tiarani Peroleh Hadiah Tanah dari Pemkab Boyolali

Dana pembangunan proyek yang berlokasi di Desa Paras, Kecamatan Cepogo ini terbagi dalam dua tahun anggaran. Yakni tahun anggaran 2019 dan 2020 dengan masing masing menganggarkan Rp 11 miliar per tahun.

“Dengan perkiraan dana secara keseluruhan sekitar Rp 22 miliar. Termasuk nanti didalamnya penataan lingkungan juga untuk kegiatan di stadion ini,” ungkap Susilo, Rabu (18/12). 

Dijelaskan, stadion tersebut memang disiapkan Bupati Boyolali, Seno Samodro dengan ukuran lapangan sepakbola standar nasional dan FIFA. Berdiri kokoh di lahan seluas 15 hektare, stadion akan berada di tengah dengan luas empat hingga lima hektare.

Stadion Eropa

“Stadion ini dibangun berdasarkan standar FIFA ini sudah sesuai dengan apa yang diterapkan oleh FIFA.”